Techno »

LIRIK LAGU »

Download »

Followers

Showing posts sorted by relevance for query jendral. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query jendral. Sort by date Show all posts

Sejarah lagu terlarang 'GENJER-GENJER', yang konon terkait dengan PKI


Genjer- genjer mlebu kendil wedange gemulak

Setengah mateng dientas yong dienggo iwak
Sego nong piring sambel jeruk ring ngaben
Genjer-genjer dipangan musuhe sego

Sebelum pendudukan tentara Jepang pada tahun 1942, wilayah Kabupaten Banyuwangi termasuk wilayah yang secara ekonomi tak kekurangan. Apalagi ditunjang dengan kondisi alamnya yang subur. Namun saat pendudukan Jepang di Hindia Belanda pada tahun 1942, kondisi Banyuwangi sebagai wilayah yang surplus makanan berubah sebaliknya. Karena begitu kurangnya bahan makanan, sampai-sampai masyarakat harus mengolah daun genjer (limnocharis flava) di sungai yang sebelumnya oleh masyarakat dianggap sebagai tanaman pengganggu.

Situasi sosial semacam itulah yang menjadi inspirasi bagi Muhammad Arief, seorang seniman Banyuwangi kala itu untuk menciptakan lagu genjer-genjer. Digambar oleh M Arif bahwa akibat kolonialisasi, masyarakat Banyuwangi hidup dalam kondisi kemiskinan yang luar biasa sehingga harus makan daum genjer. Kisah itu nampak dalam sebait lagu genjer-genjer diatas.
Seiring dengan perkembangan waktu dan Indonesia mencapai kemerdekaan, Muhammad Arief sebagai pencipta lagu genjer-genjer bergabung dengan Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) yang memiliki hubungan ideologis dengan Partai Komunis Indonesia.

Maka lagu inipun segera menjadi lagu popular pada masa itu, bahkan dalam pernyataannya kepada penulis, Haji Andang CY seniman sekaligus teman akrab M Arief di Lekra serta Hasnan Singodimayan, sesepuh seniman Banyuwangi menyebutkan bahwa lagu genjer-genjer menjadi lagu populer di era tahun 1960-an, dimana Bing Slamet dan Lilis Suryani penyanyi beken waktu itu juga gemar menyanyikannya dan sempat masuk piringan hitam.

Kedekatan lagu genjer-genjer dengan tokoh-tokoh Lekra dan komunis memang tak dapat dipungkiri. Bahkan dalam sebuah perjalanan menuju Denpasar, Bali pada tahun 1962, Njoto seorang seniman Lekra dan juga tokoh PKI sangat kesengsem dengan lagu genjer-genjer. Waktu itu Njoto memang singgah di Banyuwangi dan oleh seniman Lekra diberikan suguhan lagu genjer-genjer. Tatkala mendengarkan lagu genjer-genjer itu, naluri musikalitas Njoto segera berbicara. Ia segera memprediksikan bahwa lagu genjer-genjer akan segera meluas dan menjadi lagu nasional. Ucapan Njoto segera menjadi kenyataan, tatkala lagu genjer-genjer menjadi lagu hits yang berulangkali ditayangkan oleh TVRI dan diputar di RRI (Lihat Jurnal Srinthil Vol. 3 tahun 2003).

Genjer Genjer Phobia

Entah apa yang salah dengan genjer-genjer sebagai sebuah produk kebudayaan? Selepas PKI dan orang-orang PKI, berikut anak cucunya dihancurkan oleh orde baru, tak terkecuali pula lagu genjer-genjer yang sebenarnya adalah lagu yang menggambarkan potret masyarakat pada jaman pendudukan Jepang. Mungkin steriotype lagu genjer-genjer menjadi lagu komunis dan patut dihancurkan muncul atas beberapa faktor. Pertama; sejak awal lagu ini berkembang dan dikreasi oleh kalangan komunis dan dikembangkan oleh kalangan komunis pula.

Walaupun pada perkembangannya pada era tahun 1960 an lagu ini tidak hanya digemari oleh kalangan komunis, tetapi juga masyarakat secara luas. Namun orde baru menerapkan politik bumi hangus, maka seluruh produk apapun yang dilahirkan oleh orang-orang komunis haram hukumnya dan patut dihabisi. Kedua; Ketika peristiwa G 30 S tahun 1965 terjadi, Harian KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) memplesetkan genjer-genjer menjadi jendral-jendral. Dalam catatan pribadinya Hasan Singodimayan, seniman HSBI dan teman akrab M Arief menuliskan bahwa lagu genjer-genjer telah dipelesetkan.

Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler
Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral
Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh
Jendral Jendral saiki wes dicekeli

Jendral Jendral isuk-isuk pada disiksa
Dijejer ditaleni dan dipelosoro
Emake Germwani, teko kabeh milu ngersoyo
Jendral Jendral maju terus dipateni

Akibat penulisan lagu genjer-genjer menjadi jendral-jendral, maka kian kuatlah alasan orde baru untuk membumihanguskan lagu ini. Pada perkembangannya, siapapun yang tetap menyanyikan lagu ini akan ditangkap oleh aparat keamanan, tentu dengan tuduhan komunis.Karena larangan menyanyikan lagu genjer-genjer, maka beberapa seniman gandrung di Banyuwangi juga dilarang untuk menyanyikan lagu genjer-genjer, dan beberapa lagu dan gendhing yang memompa kesadaran politik massa-rakyat.

Para seniman-seniman gaek pada masa itu seperti Hasnan Singodimayan, dan Haji Andang CY juga merasa heran dengan munculnya lirik lagu genjer-genjer yang sedemikian mendeskreditkan petinggi-petinggi militer waktu itu. Namun apalah kuasa orang-orang lemah waktu itu. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itulah ungkapan yang patut untuk menggambarkan kondisi seniman-seniman rakyat yang kebanyakan berafiliasi dengan lekra. Jangankan mengoreksi lagu genjer-genjer, menyelamatkan diri mereka saja susah.

Rehabilitasi Kultural

Kini kita telah memasuki babakan politik baru, sebuah babakan politik yang digadang-gandang akan menarasikan kebebasan. Konsep kebebasan menjadi pilar penting bagi episode kehidupan yang bertemakan demokrasi. Kalau memang saat ini kita bersungguh-sungguh membuat tema kehidupan tentang demokrasi, maka ada hal hal penting yang menurut hemat penulis diperhatikan, khususnya yang menyangkut politik-kebudayaan.

Pertama; Alam demokrasi harus memberikan tempat yang setara bagi segenap kalangan, tanpa memandang latar belakang kultural, agama, dan politik. Konsekuensinya, seluruh produk kebudayaan apapun bentuknya diperkenankan tampil kembali menghiasai ruang publik, dan diserahkan kepada pasar politik untuk memberikan penilaian. Itu artinya, produk-produk kebudayaan yang pada masa lalu dikambinghitamkan tanpa argumentasi mestinya diberikan ruang pemulihan kembali untuk tampil mengisi khasanah kebudayaan Indonesia. Sebagai contoh yang paling nyata adalah kesenian genjer-genjer.

Kedua; Negara melalui otoritas regulasinya semata-mata diletakkan sebagai fasilitator yang menaungi seluruh produk kebudayaan yang muncul dan dikembangbiakkan oleh rakyat. Regulasi Negara tidak lagi menjadi mesin pemangkas yang setiap saat menghabisi produk-produk kesenian rakyat. Dalam rangka sebagai fasilitator itu, negara selayaknya menaruh jarak yang sama dengan semua produk kebudayaan rakyat.

Sumber: http://speechyourm1nd.blogspot.com/2008/09/sejarah-lagu-terlarang-genjer-genjer.html

Sejarah dan Misteri lagu GENJER-GENJER

Lagu genjer-genjer yang asli diciptakan oleh Almarhum Muhammad Arief .

Lagu berjudul Genjer-genjer menjadi salah satu penggalan cerita yang mengiringi peristiwa Gerakan 30 September atau yang dikenal dengan sebutan G30S-Partai Komunis Indonesia. Konon, lagu yang menceritakan tentang tanaman genjer (limnocharis flava) itu dinyanyikan oleh anggota Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)-PKI, saat menyiksa para petinggi TNI di Lubang Buaya.




Cerita mengerikan versi Orde Baru yang lambat laun mulai diragukan seiring tidak terbuktinya penyiksaan para jenderal itu, membuat image lagu Genjer-genjer ikut pula mengerikan. Apalagi, G30S diikuti rentetan penculikan dan pembunuhan di beberapa kantong PKI. Termasuk di Banyuwangi, tempat pencipta lagu Genjer-genjer Muhammad Arief tinggal.

Benarkah lagu Genjer-genjer identik dengan PKI? Pertanyaan lama yang selalu dibantah, namun tetap tidak menghapus stigma. Budayawan Banyuwangi Fatrah Abbal, 76, menceritakan, lagu Genjer-genjer diilhami oleh masakan sayur genjer yang disajikan Ny. Suyekti, Istri Muhammad Arief di tahun 1943.




“M.Arief heran, tanaman yang awalnya dikenal sebagai makanan babi dan ayam itu ternyata enak juga dimakan manusia, akhirnya ia mengarang lagu Genjer-genjer,” katanya. Begitu terkenalnya lagu yang nadanya mirip dengan lagu rakyat berjudul Tong Ala Gentong Ali Ali Moto Ijo itu hingga Seniman Bing Slamet dan Lilis Suryani pun menyanyikannya.

Kedekatan lagu itu dengan PKI tidak bisa dilepaskan dengan kondisi politik di tahun 1965. Masa di mana politik Indonesia membuka ruang bagi ideologi apapun itu membuahkan persaingan antar partai politik. Termasuk persaingan dalam hal berkesenian.



Seperti Partai Nasional Indonesia (PNI) dengan Lembaga Kesenian Nasional (LKN), Partai Nahdlatul Ulama (NU) dengan Lesbumi, Partai Komunis Indonesia (PKI) dengan Lembaga Kesenian Rakyat (Lekra) serta Masyumi dengan Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI). “Lekra menggandeng seniman Banyuwangi, termasuk Muhammad Arief,”.




Sejak digandeng Lekra, seni Banyuwangi-an semakin dikenal. Banyak lagu-lagu Banyuwangi yang sering dinyanyikan di acara PKI dan underbownya. Termasuk lagu Genjer-genjer yang diciptakan di tahun 1943, lagu Nandur Jagung dan lagu Sekolah.

Muhammad Arief sebagai seniman pun ditawari bergabung dengan Lekra dan ditempatkan sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi. Seniman yang dulu bernama Syamsul Muarif itu juga diminta mengarang lagu yang senapas degan ideologi PKI. Seperti lagu berjudul Ganefo, 1 Mei, Harian Rakyat, Mars Lekra dan Proklamasi.




“Kalau kita resapi, lagu Genjer-genjer memang tidak memiliki makna apa-apa, hanya bercerita tentang tanaman genjer yang dulu dianggap sampah kemudian mulai digemari,”.
“Genjer-genjer, nong kedok’an pating keleler, emak’e tole, teko-teko, mbubuti genjer, oleh sak tenong, mungkor sedot, seng tole-tole, genjer-genjer, saiki wis digowo muleh,” adalah bait asli dari lagu genjer genjer.

Entah, siapa yang memulai, pasca G30S, syair lagu Genjer-genjer pun dipelesetkan dengan syair yang menceritakan aksi penyiksaan para jenderal korban G30S. “Jendral Jendral Nyang ibukota pating keleler, Emake Gerwani, teko teko nyuliki jendral, Oleh sak truk, mungkir sedot sing toleh-toleh, Jendral Jendral saiki wes dicekeli,” Begitu bunyi gubahan lagu itu. “Gubahan itu sebenarnya tidak ada!”





karena lagu tersebut yang dinyanyikan para GERWANI sambil berjoget dan bertingkah seperti orang gila yang digunakan saat pembantaian/pembunuhan para Jenderal pada masa itu (sehingga bermaksud menghina), maka lagu tersebut mulai saat itu hingga kini dilarang untuk dinyanyikan.



Sumber: kaskus.us

Sejarah Istana Negara

Istana Negara yang kita kenal sekarang sebetulnya adalah bangunan yang dibuat oleh orang Belanda, dalam perkembangannya Istana negara mengalami beberapa kali perbaikan tetapi bagi anda yang belum mengetahui sejarah dari Istana Negara tersebut bisa di baca artikelnya di bawah ini:


Istana Negara dibangun tahun 1796 untuk kediaman pribadi seorang warga negara Belanda J.A van Braam. Pada tahun 1816 bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jendral Belanda. Karenanya pada masa itu istana ini disebut juga sebagai Hotel Gubernur Jendral.

Pada mulanya bangunan yang berarsitektur gaya Yunani kuno itu bertingkat dua, namun pada tahun 1848 bagian atasnya dibongkar, dan bagian depan lantai bawah dibuat lebih besar untuk memberi kesan lebih resmi. Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 inilah yang bertahan sampai sekarang, tanpa perubahan yang berarti. Luas bangunan ini lebih kurang 3.375 meter persegi.

Sesuai dengan fungsi istana ini, pajangan serta hiasannya cenderung memberi suasana sangat resmi. Bahkan kharismatik. Ada dua buah cermin besar peninggalan pemerintah Belanda, disamping hiasan dinding karya pelukis – pelukis besar, seperti Basoeki Abdoellah.

Banyak peristiwa penting yang terjadi di Istana Negara. Diantaranya ialah ketika Jendral de Kock menguraikan rencananya kepada Gubernur Jendral Baron van der Capellen untuk menindas pemberontakan Pangeran Diponegoro dan merumuskan strateginya dalam menghadapi Tuanku Imam Bonjol. Juga saat Gubernur Jendral Johannes van de Bosch menetapkan sistem tanam paksa atau cultuur stelsel. Setelah kemerdekaan, tanggal 25 Maret 1947, di gedung ini terjadi penandatanganan naskah persetujuan Linggarjati. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda oleh Dr. Van Mook.


Istana Negara berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, diantaranya menjadi tempat penyelenggaraan acara – acara yang bersifat kenegaraan, seperti pelantikan pejabat – pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah, dan rapat kerja nasional, pembukaan kongres bersifat nasional dan internasioal, dan tempat jamuan kenegaraan.

Sejak masa pemerintahan Belanda dan Jepang sampai masa pemerintahan Republik Indonesia, sudah lebih kurang 20 kepala pemerintahan dan kepala negara yang menggunakan Istana Negara sebagai kediaman resmi dan pusat kegiatan pemerintahan Negara, dan Presiden Sukarno juga pastinya pernah mendiami Istana Negara ini.

Jadi benarkan bahwa Istana negara itu sebenarnya adalah kediaman pribadi orang belanda dan sekarang menjadi kediaman kepala negara.

sumber: http://feedproxy.google.com/~r/Strov/~3/VTdBkHGiiW0/istana-negara-sejarah-istana-negara.html

Benarkah Bung Karno Pernah Ditodong Jendral?

Pintu kamar Bung Karno diketuk pengawal. Ada perwira Angkatan Darat yang ingin bertemu presiden. Mereka diutus oleh Suharto. Ada map merah muda di tangan salah seorang jendral. Di dalamnya berisi naskah yang mesti ditandatangani Sukarno.

Naskah itu tidak segera ditandatangani Sukarno. Dia sempat bertanya tentang mengapa kop surat itu dari Markas Besar Angkatan Darat. Seharusnya Surat Perintah itu ber-kop surat kepresidenan. Tapi pertanyaan Sukarno hanya dijawab Jendral Basuki Rachmat, “Untuk membahas, waktunya sangat sempit. Paduka tandatangani saja”.

Kesaksian ini dituturkan Sukardjo Wilardjito, mantan pengawal Presiden Sukarno. Sesudah jatuhnya Sukarno, Sukardjo pernah dipenjara oleh rezim Orba selama 14 tahun tanpa proses pengadilan, termasuk menjalani beragam penyiksaan, disetrum puluhan kali dan dipaksa mengaku PKI.


Sukardjo Wilardjito


Sukardjo ini pernah mengejutkan orang dengan kesaksiannya yang bersikukuh menyatakan Basuki Rachmat dan Panggabean menodongkan pistol ke muka Sukarno karena bimbang menandatangani. Melihat itu, Sukardjo sebagai pengawal presiden secara refleks mencabut pistol untuk melindungi presiden. Namun meletakkan pistolnya kembali, karena Sukarno tidak ingin melihat pertumpahan darah. Surat yang akhirnya ditandatangani Sukarno itu dikenal kemudian dengan nama Supersemar. Surat Perintah Sebelas Maret.

Sukardjo juga bersaksi bahwa yang menghadap Sukarno adalah empat jendral dan bukan tiga jendral seperti yang disebutkan selama ini. Keempat jendral utusan Suharto itu adalah M. Yusuf, M. Panggabean, Amir Machmud dan Basuki Rachmat. Biarpun ada yang masih meragukan kesaksian Sukardjo itu, tapi dia tetap berpegang pada kesaksiannya itu. Kemudian malah menulis kesaksiannya di bukunya berjudul “Mereka Menodong Bung Karno”.


Kesaksian Sukardjo bahwa Sukarno ditodong, pernah dibantah M. Yusuf dan Panggabean sendiri. Kesaksian itu juga dibantah oleh A.M. Hanafi mantan Dubes RI di Kuba, dalam bukunya “Hanafi Menggugat”. Sehingga kebenaran kesaksian Sukardjo itu masih perlu ditelusuri lagi. Benarkah demikian?

Ditodong atau tidak, rasanya Sukarno bukan orang yang mudah digertak. Bagaimanapun, apapun alasan Sukarno menandatangani naskah Supersemar, pada dasarnya kesaksian Sukardjo itu menggambarkan situasi yang tidak kompromistik. Situasi yang membuat Sukarno terjepit. Tak ada waktu bernegosiasi. Pokoknya teken sekarang! Ada bau konspirasi di balik itu.

Dan hasilnya adalah lahirnya Surat Perintah 11 Maret atau Supersemar. Bung Karno menyebutnya dengan istilah SP Sebelas Maret. Sesudah menandatangani surat itu, Bung Karno masih sempat mengatakan, bahwa surat itu mesti dikoreksi kalau keadaan sudah pulih. Permintaan itu tidak pernah terwujud, karena ketika menandatangani surat itu, tanpa disadari Sukarno sedang menandatangani kejatuhannya.

Sesudah penandatanganan Supersemar, boleh dikatakan wahyu sebagai pemimpin seakan sudah tercabut dari Sukarno. Sebagai presiden, Sukarno sudah menandatangani ribuan surat. Tapi tandatangannya di surat yang satu ini, Supersemar, menjadi pedang yang menghunus kekuasaannya sendiri.

Kita tahu, Supersemar adalah surat mandat Sukarno pada Suharto untuk mengamankan negara yang kacau akibat G30S PKI. Belakangan mandat Supersemar ini ternyata dijadikan legitimasi untuk mengambil alih kekuasaan yang menyingkirkan Sukarno. Dengan Supersemar itu Suharto memperoleh surat sakti, kemudian bergerak cepat meraih kursi presiden.

Bung Karno yang sadar bahwa Supersemar ternyata dimanipulasi, dalam pidatonya berteriak “Jangan jegal perintah saya! Jangan saya dikentuti!”. Ini ekspresi kemarahan Sukarno kepada orang-orang yang dianggapnya telah menipunya, melangkahinya dan membangkang perintahnya.


Menjelang kejatuhannya, Bung Karno mulai agak kehilangan kontrol diri. Itu tampak dari pidato-pidatonya yang emosional. Tampaknya Bung Karno mulai frustrasi. Dia sudah mulai merasa ditinggalkan dan dikhianati oleh orang-orang sekitarnya.

Salah satunya yang bikin Sukarno merasa dikentuti, seperti katanya, adalah Supersemar tadi. Bagaimana tidak? Bung Karno merasa Supersemar diplintir! Padahal Supersemar dimaksudkan Sukarno untuk memberi mandat pada Suharto agar segera memulihkan keamanan negara, bukan melengserkannya.

Kecurigaan Sukarno bahwa ada persekongkolan yang berniat memanipulasi Supersemar, tercermin dari pidatonya. Ketika itu Bung Karno mulai melihat tanda-tanda Supersemar yang disebutnya SP 11 Maret itu mulai “dimainkan” oleh Suharto. Karena itu Bung Karno menekankan berkali-kali, dirinya tidak bermaksud mengalihkan kekuasaannya pada Suharto.

Kata Bung Karno, “Dikiranya SP Sebelas Maret adalah surat penyerahan pemerintahan. Dikiranya SP Sebelas Maret itu, suatu transfer of sovereignty. Transfer of authority”. Padahal TIDAK! SP Sebelas Maret adalah suatu perintah. SP Sebelas Maret adalah suatu perintah pengamanan. Perintah pengamanan jalannya pemerintahan. Pengamanan jalannya ini pemerintahan. Seperti kukatakan dalam pelantikan kabinet. Kecuali itu juga perintah pengamanan keselamatan pribadi Presiden. Perintah pengamanan wibawa Presiden. Perintah pengamanan ajaran Presiden. Perintah PENGAMANAN beberapa hal”.

Berdasarkan pidato Sukarno di atas, timbul kecurigaan orang. Mungkinkah Supersemar “sengaja” dinyatakan hilang? Betulkah naiknya Suharto sebagai presiden adalah inskonstitusional karena bertentangan dengan amanat Supersemar? Dan karenanya Supersemar mesti lenyap secara misterius? Apakah bisa dipercaya begitu saja bahwa dokumen negara sepenting itu bisa hilang?

Dua naskah Supersemar di Arsip Nasional disebutkan hanya fotocopy. Yang janggal, dua naskah itu tidak mirip karena diketik dengan spasi berbeda. Pertanyaannya, yang manakah di antara kedua naskah itu yang otentik? Atau apakah malah keduanya sama-sama tidak otentik?


Naskah Supersemar yang diragukan keasliannya



Menurut kesaksian staf intel Komando Operasi Tertinggi Gabungan-5 (G-5 KOTI) Salim Thalib, naskah Supersemar yang dikenal sekarang adalah palsu. Selain aslinya tidak serapi itu, isi naskah juga tidak sama dengan naskah aslinya.

Jadi betulkah tuduhan beberapa kalangan yang menyamakan ini dengan usaha penghilangan barang bukti? Kalau memang Supersemar tidak diplintir, apa buktinya bahwa Supersemar itu tidak diplintir?

Sebetulnya kenapa Supersemar itu mesti dirancang dan Sukarno mesti dipaksa menandatangani? Ada banyak teori konspirasi rumit tentang ini. Tapi saya tertarik dengan teori berikut ini.

Latar belakangnya tak lepas dari persaingan antara PKI dan Angkatan Darat. Sebelum terjadinya G30S, persaingan antara PKI dan Angkatan Darat sudah dalam taraf saling jegal menjegal. Bahkan PKI sampai ingin membangun “Angkatan Kelima” dalam militer.

PKI ingin menggeser Angkatan Darat. Dan Angkatan Darat ingin menggeser PKI. Apalagi ketika itu Sukarno sudah mulai sakit-sakitan. Mungkin usianya tidak lama lagi. Pokoknya siapa cepat, dia dapat. Antara PKI dan Angkatan Darat sudah betul-betul sikut-sikutan.

Begitu meletus konspirasi G30S, inilah kesempatan Angkatan Darat untuk menghancurkan saingan beratnya itu. Tak ada ampun, pokoknya PKI harus musnah. Dan penghancuran itu akan lebih afdol jika presiden sendiri yang mengumumkan pembubaran PKI. Soalnya yang punya hak untuk membubarkan partai politik cuma presiden. Itu adalah hak prerogatif presiden. Tapi tunggu punya tunggu, Sukarno kok belum mau juga membubarkan PKI. Bagaimana ini?

Angkatan Darat melalui tangan Suharto pun mengambil jalan pintas. Potong kompas. Caranya, harus dibuat sebuah surat perintah yang telah terkonsep, yang membuat Angkatan Darat jadi punya alasan yuridis melibas PKI. Konsep surat itu pun dibuat. Konsep Supersemar. Isinya perintah presiden kepada Angkatan Darat (Suharto) untuk mengamankan negara. Nah, dengan dalih mengamankan negara inilah Angkatan Darat jadi punya alasan mengganyang habis PKI. Angkatan Darat memang berlomba dengan waktu. Harus bergerak cepat. Kalau tidak, PKI bisa kembali bangkit mengumpulkan kekuatan dan mendepak jauh-jauh Angkatan Darat dari panggung kekuasaan. Now or never! Jadi sekarang Angkatan Darat tidak boleh kalah cepat!

Setelah itu Suharto memerintahkan para Jendral tadi untuk membawa surat itu kepada Sukarno. Dengan pesan khusus, “pokoknya harus ditandatangani Sukarno”.

Begitu Supersemar ditandatangani, itulah awal aksi pedang Orba. Nampaknya tanda tangan Sukarno tadi adalah pembuka jalan bagi pelaksana Supersemar untuk mengamankan yang bisa diamankan. Sesudah itu terjadi tragedi mengenaskan. Di segala pelosok negeri berkubang darah jutaan rakyat dengan alasan pembasmian PKI demi keamanan negara. Korbannya tidak saja PKI, tapi juga orang-orang yang tiba-tiba di-PKI-kan atau dipaksa mengaku PKI. Berjuta rakyat mendadak tak bermasa depan dan terampas haknya karena dicap PKI.

Tak kurang Sukarno sendiri turut menjadi korban. Sukarno mengatakan dia mengutuk sekeras-kerasnya Gestok (G30S PKI). Pelakunya harus dihukum, kalau perlu ditembak mati. Tapi orang yang memperuncing peristiwa G30S PKI, hingga terjadi provokasi membenarkan pembunuhan jutaan rakyat juga harus diadili. Apakah Sukarno bermaksud menujukan ini pada Suharto?

Yang jelas, sesudah pernyataan Sukarno itu, terjadi de-Sukarnoisasi. Kita tahu bagaimana Sukarno diisolasi, dituduh terlibat G 30 S PKI tanpa bukti yuridis.

Tentu saja tuduhan itu aneh. Karena bagaimana mungkin Sukarno dituduh melakukan kudeta terhadap dirinya sendiri? Buntutnya, semua yang berhubungan dengan Sukarno menjadi tabu dibicarakan di masa Orba. Bahkan beberapa departemen men-non-aktif-kan pegawai yang ketahuan pro-Sukarno.

Setelah skenario berjalan seperti harapan, “para perancang” Supersemar lalu mabuk kemenangan. PKI yang dulu jadi saingan utamanya untuk merebut “kursi Sukarno” sudah tersungkur. Dan Sukarno sang pemilik kursi juga sudah dipaksa meninggalkan kursinya. Suharto tak menyia-nyiakan kesempatan. Kursi yang kosong tanpa pemilik itu harus diapakan lagi kalau bukan diduduki?

Dan ketika kursi Sukarno tadi diduduki Suharto, di situlah awal mula kasak kusuk politik tentang “penyelewengan Supersemar”. Apakah betul tuduhan bahwa ada permainan sistematis Amerika di balik semua ini?

Yang jelas, dengan diselewengkannya maksud Supersemar, yang paling berbahagia adalah Amerika. Karena itu berarti jatuhnya Sukarno. Akhirnya mimpi Amerika terkabul sudah. Terang-terangan Amerika menyatakan jatuhnya Sukarno sebagai kemenangan Amerika. Presiden Richard Nixon menggambarkan kemenangan itu sebagai, “Hadiah terbesar dari Asia Tenggara”. Sudah jelas. Karena hadiah sesungguhnya terletak pada kekayaan alam Indonesia yang menanti untuk dikuras. Dan batu penghalang yang menghalang-halangi Amerika menguras alam Indonesia, yaitu Sukarno, sudah dibikin terjungkal. Inilah awal kemenangan Amerika yang sejak 10 tahun sebelumnya ingin menggulingkan Sukarno.

Bung Karno berhasil mengusir penjajahan Belanda. Tapi setelah itu Bung Karno ambruk oleh Amerika. Mungkin karena cara Amerika lebih cerdik. Soalnya Amerika tidak memegang gagang keris secara langsung untuk menikam Sukarno. Keris itu diserahkannya kepada rakyat Sukarno sendiri, yang menghujamkannya langsung ke presidennya sendiri, di antaranya melalui provokasi perebutan kekuasaan dan akhirnya menunggangi G30S.

Pasca G30S, rakyat menjadi sangat takut dengan yang kekiri-kirian. Ini artinya Indonesia meninggalkan Rusia dan berpaling ke Amerika.

Dan setelah Supersemar dijadikan surat sakti untuk memberantas sisa-sisa G30S, lalu pemegang Supersemar diangkat menjadi presiden, Indonesia berubah haluan 180 derajat. Hampir semua jabatan vital dipegang oleh perwira Angkatan darat. Sehingga rakyat berbisik takut-takut dan bertanya siapa sebetulnya yang meng-kup Sukarno?

Di bawah pemerintahan yang hampir semuanya orang militer, rakyat Indonesia jadi takut dan kapok dengan yang segala yang berbau kiri. Semua orang tiba-tiba saja beragama. Banyak orang tiba-tiba rajin ke mesjid dan ke gereja. Soalnya takut dituduh PKI. Sehingga kiblat Indonesia berganti ke Amerika, tidak lagi ke Blok Timur. Rusia yang tadinya sahabat Indonesia sekarang menyingkir. Amerika jingkrak-jingkrak! Soalnya mimpi mereka untuk menancapkan kuku di Indonesia akhirnya terwujud.

Indonesia yang di bawah tanahnya banyak emas dan minyak itu akhirnya jatuh ke pelukan Amerika. Apa buktinya?

Kepentingan Amerika cuma satu. Pokoknya modal Amerika mesti masuk ke Indonesia. Hasilnya? Begitu pemegang Supersemar diangkat menjadi Presiden menggantikan Sukarno, maka produk undang-undang pertama yang digodok adalah RUU Penanaman Modal Asing Tahun 1967.

Setelah lahir UU Penanaman Modal Asing, sebut saja sumber daya alam mana di Indonesia yang sampai sekarang tidak dikuasai Amerika?


Sukarno telah ditumbangkan oleh Amerika. Dan bagaimana pemangku Supersemar akhirnya lengser?

Ketika ayam jago yang dielus-elus tuannya tidak lagi berguna, maka ayam itu “di-kuali-kan” menjadi ayam sayur. Semua itu berawal ketika “kapitalisme Cendana” ternyata semakin me-raksasa nyaris mendesak kepentingan kapitalisme Amerika. Maka pemangku Supersemar pun akhirnya terdepak pula.

Di mana letak perbedaan kejatuhan Sukarno dan Suharto? Sukarno memang dijatuhkan sesudah menandatangani Supersemar, tapi tak pernah jatuh ke pelukan Amerika. Sedangkan Suharto sudah jatuh sejak awal. Bahkan ketika dia baru saja mengirim utusannya untuk memaksa Sukarno menandatangani Supersemar, di saat itu Suharto telah jatuh ke pelukan Amerika.

Tidak ada kekuasaan yang abadi. Setiap saat kekuasaan bisa saja jatuh. Tapi ada satu hal yang tidak otomatis jatuh bersama kekuasaan. Yaitu kehormatan.

Walentina Waluyanti

Nederland, 4 Maret 2010

Sumber :http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/3/1400/_betul_bung_karno_ditodong_jendral_/

Keindahan Danau Bulan Sabit Berair Abadi di Gansu, Cina



Jendral Li Guang yang sakti mandraguna mencabut pedangnya dan menghujamkan ke dalam pasir. Seketika, muncul air yang begitu jernih dan terus mengalir hingga kini. Mata air itu menjadi sebuah telaga atau danau kecil berbentuk bulan sabit. Orang barat biasa menyebutnya Crescent Moon Lake atau Danau Bulan Sabit.


Danau Bulan Sabit
Sedangkan orang China menyebutnya Yue Ya Quan. Hebatnya lagi, Danau itu tak pernah kering. Bahkan di musim terpanas sekalipun. Letaknya yang berada di tengah lautan pasir, membuat keberadaanya begitu mempesona. Yue Ya Quan menjadi tempat yang paling sering dikunjungi wisatawan di Provinsi Gansu.
Yue Ya Quan berada kurang lebih 7 kilometer sebelah selatan Kota Dunhuang yang masuk dalam wilayah provinsi Gansu. Dunhuang pada zaman kuno adalah kota penting di Jalan Sutra yang ramai, kebudayaan Timur dan Barat berbentur di sini. Kota ini sangat ramai dengan kedatangan kafilah dan saudagar.
Yue Ya Quan dulunya oleh penduduk setempat dinamakan Sumur Padang Pasir. Tempat ini begitu misterius dan memiliki keindahan yang tiada banding. Kabarnya 2000 tahun lalu, seorang raja dari Dinasti Han pernah menemukan seekor kuda sakti dan tangguh di mata air ini. Panjang danau dari sisi utara ke selatan kurang lebih 100 meter. Sementara dari sisi timur ke barat, lebarnya mencapai 25 meter. Bagian timur danau kedalaman air mencapai 5 meter. Sedangkan di bagian barat jauh lebih dangkal.

Keistimewan mata air ini adalah letaknya yang dikelilingi gundukan gurun pasir dengan tinggi puluhan meter. Hingga ketika angin berhembus pasir bertebangan keberbagai penjuru. Anehnya, pasir itu tak pernah jatuh kedalam kolam. Yang lebih aneh lagi, sejak ribuan tahun lalu tak pernah sekalipun air danau ini kering. Padahal kondisi di gurun yang bernama Minsha itu sangat panas dan kering.
Di tepi selatan mata air yang juga dijuluki “a pearl north of the Great wall” ini, ada sebuah paviliun dengan pagoda 9 tingkat setinggi 12 meter. Diameter pagoda berkisar 7 meter. Bangunan ini berdiri anggun dan kontras dengan keberadaan mata air ditengah gurun itu.
Bangunan yang dulunya merupakan kediaman raja ini memiliki beberapa ruangan diantaranya adalah Empress Palace (niangniangdian), Dragon Royal Palace (longwanggong), Boddhisattwa Palace (Pusadian), God of Medicine Cave (yaowangdong), Scripture Hall (jingtang), Thunder Spirit Table (leishentai), dan masih banyak lagi.

Kajian Ilmiah




Airnya tak pernah surut
Secara ilmiah para ilmuwan beranggapan Yue Ya Quan adalah oasis yang berhubungan dengan Dang River (sungai dang) yang berada tak jauh dari mata air berbentuk sabit itu. Karena pergeseran kulit bumi, maka tertutuplah jalur yang menghubungkan mata air dan sungai itu. Yue Ya Quan akhirnya menjadi oasis yang independent.
Dibawah danau kecil itu terdapat lebih dari satu sumber air yang senantiasa mengeluarkan air dengan debet tetap. Ketika musim panas tiba, petani sekitar daerah itu mengalirkan air danau itu ke ladang-ladang mereka. Saat itu jumlah air di oasis itu menurun hingga setengah. Namun tak lama berselang, jumlah air akan kembali normal.

Di sekitar Yue Ya Quan ditumbuhi rumput dan pepohonan yang rimbun disis timur. Air pada permukaan danau tenang seperti cermin dan tembus pandang hingga ke dasar danau itu. Gurun pasir yang berwarna keemasan, langit yang biru serta awan putih, memantul jelas pada permukaan air danau bulan sabit. Hasilnya,.wow…!! Sebuah pemandangan yang indah dan menakjubkan.

Terdapat 2 jenis kodok dan 2 jenis ikan di tempat itu. Salah satu dari jenis ikan adalah dari jenis yang sangat langka yaitu ikan Tiebei Yu yang berarti ikan berpunggung besi. Sementara tumbuhan yang langka di mata air itu adalah Rumput Air Tujuh Bintang yang dalam bahasa China disebut Qixing Cao. Konon memakan ikan dan rumput langka ini bisa menghilangkan penyakit dan membuat orang panjang umur. Hingga Yue Ya Quan juga disebut Yao Quan atau Mata Air Obat.

Pada saat perayaan imlek, masyarakat sekitar biasanya berkumpul di Yue Ya Quan untuk merayakan hari makan Bakcang (Sejenis makanan tradisional dari pulut dan dibungkus dengan daun bambu. Biasanya Bakcang berisi daging dan telur).

Asal Mula
Menyangkut asal usul gurun dan mata air bulan sabit, banyak berbagai versi cerita yang berbeda. Salah satu cerita tentang gurun itu menyebutkan, ribuan tahun silam seorang jendral dengan ribuan prajuritnya berperang mengusir musuh di gurun ini.
Sementara mereka sedang bertarung dengan seru, tiba-tiba angin yang sangat kencang berhembus, meruntuhkan pasir yang ada di sekelilingnya dan mengubur mereka di dalam pasir. Meski demikian, pertarungan tidak berakhir, prajurit tersebut masih bertempur di bawah pasir yang kini menjadi gunung pasir Minshan. Sampai saat ini jika angin  berhembus, akan terdengar suara-suara aneh seperti senandung dan teriakan. Katanya suara yang kini terdengar itu adalah raungan para prajurit tersebut. Hiii…seram juga ya.
http://www.coverchinatour.com/Product/Uploadfiles/200903/200903161730131192.jpg


Sementara tentang mata air bulan sabit, salah satu versi cerita menyebutkan ada seorang jendral bernama Li Guang yang melintasi gurun pasir ini bersama pasukannya dalam perjalanan mereka dari Dawan, gerbang masuk ke China bagian Barat saat itu. Teriknya matahari dan gersangnya gurun pasir, membuat pasukan Li lemas dan dehidrasi. Melihat pasukannya tak berdaya, Jendral Li yang sakti mandraguna mencabut pedangnya dan menghujamkan ke dalam pasir. Seketika, muncul air yang begitu jernih dan terus mengalir hingga kini.

Terlepas dari segala kisah yang mencoba menjelaskan keberadaan Crescent Moon Spring dan Gurun Minsha,  Setidaknya luangkan waktu Anda selama 2 jam untuk berkeliling kawasan ini dan nikmati kegiatan ala gurun mulai dari mendaki gurun Minsha dengan unta. Biayanya sekitar 60 yen/RMB hingga berseluncur di gurun dengan membayar 15 yen. Jangan lewatkan menikmati sunset ataupun sunrise spektakuler dari puncak gunung pasir sepanjang 40km dan tinggi 1.715m ini.

Ada satu lagi hal mengagumkan dari gunung pasir dengan punggung berbentuk zig zag tersebut. Sekalipun puluhan pelancong meluncur di permukaannya, ratusan jejak onta dan pengunjung menapaki gunung ini, semuanya akan kembali ke bentuk semula dalam semalam benar-benar seperti tak terjamah.

Para pemimpin besar yang dieksekusi mati

1.Hideki Tojo

Seorang jendral dan perdana menteri jepang pada era PD II dianggap bertanggung jawab atas hilangnya 8 juta nyawa manusia di berbagai Negara, termasuk Indonesia. Hideki Tojo memiliki kegilaan yg sama dengan Adolf Hitler yaitu menganggap ras Jepang yg paling superior.Namun setelah Jepang menyerah, Jendral MacArthur memerintahkan untuk menangkap para penjahat perang termasuk Hideki Tojo,saat ditangkap Tojo pada 8 September 1945 di rumahnya, Tojo ternyata dalam keadaan sekarat karena percobaan bunuh diri yg gagal dengan cara menembakkan pistol ke jantungnya namun meleset.Setelah sembuh dia dihadapkan ke Mahkamah International dan divonis mati dan dihukum gantung pada Desember 1948.Tapi sebelum dia digantung Tojo sempat minta maaf atas semua kejahatan perang yg dilakukan oleh bangsa Jepang.Banyak pendapat mengatakan bahwa Hideki Tojo dikorbankan agar sang Kaisar Hirohito bebas tanggung jawab atas kekejaman jepang pada

2.Benito Mussolini

Tahun 1922 dia diangkat oleh Raja Viktor Emanulle III sebagai Perdana Menteri pada usia 39 thn.Kemudian dia mulai mencabut semua undang-undang yg dinilai membatasi kekuasaanya, 1925 Mussolini mengubah statusnya menjadi Kepala Pemerintahan dari sebelumnya Perdana Menteri dan tidak lagi bertanggung jawab pada parlemen, hanya raja yg bisa menurunkannya.Mussolini juga mengambil alih dan mengepalai tujuh bidang kementrian. Mussolini juga mengepalai Partai Fasis dan milisi fasis local yaitu MVSN atau Blackshirts yg kerap meneror warga dan juga membentuk satuan polisi rahasia OVRA.Untuk mengatasi krisis ekonomi membuat kebijakan “emas bagi negeri” dng cara meminta secara “suka rela” pada rakyatnya.Sebagai mantan jurnalis dia tahu bahwa media sangat efektif untuk melancarkan pemerintahannya maka dia menggunakan media sebagai propaganda Fasisme menggantikan Liberalisme dan Demokrasi.Oktober 1935 dia menaklukan Eithopia dng serangan udara dan senjata kimia.Dia juga mengeksekusi 30 ribu penduduk Eithopia yg diduga melawan seorang gubernur colonial.Mussolini juga menyerang Mesir pada 1940.Tahun 1942,Jerman dan Itali kalah dengan pasukan sekutu di Afrika, 275 ribu pasukan menyerah dan sekutu mulai masuk Itali.Juli 1943 Mussolini diasingkan di pegunungan Abruzzi tapi pasukan komando Jerman membebaskannya.Atas saran Hitler, Mussolini membentuk pemerintahan Fasis baru, namun seiring kekalahan Jerman atas sekutu, Mussolini lari ke Swiss tapi tertangkap.27 April 1945 Mussolini ditembak bersama pacar gelapnya Clara Petacci.Mayat mereka dipamerkan di kota Milan dan digantung terbalik.Masyarakat menonton dengan suka cita, melempari dan meludahi mayat Benito Mussolini

3.Muhammad Najibullah

Sebelum dia mati najibbulah adalah seorang Presiden Republik Komunis Demokratik Afganistan saat pendudukan Uni Sovyet.Najibullah juga mengepalai KHAD,yaitu suatu dinas polisi rahasia mereka menahan dan menyiksa serta mengeksekusi puluhan ribu warga Afganistan, dari para saksi mengatakan bahwa Najibullah turun tangan sendiri dalam interogasi dan penyiksaan.1986 Najibullah diangkat menjadi Sekjen People’s Democratic Party of Afganistan.Dia juga mengendalikan polisi rahasia dan militer.Selama pemerintahannya, Najibullah yg merupakan boneka Uni Sovyet terus digempur gerilyawan Mujahidin.Perang saudara memaksa Najibullah turun jabatan pada April 1992,mulai saat itu ia terpaksa bersembunyi di kantor PBB. Tahun 1994 pemerintahan Afganistan mulai terdesak oleh Taliban dan pada September 1996 Ibukota Kabul jatuh, pasukan Taliban masuk ke komplek PBB dan menyeret Najibullah dan saudaranya keluar, keduanya diikat, disiksa dan dibawa ke istana untuk ditembak, belum puas dengan menembak, mayat mereka pun diseret dengan mobil dan akhirnya digantung selama dua hari.Mayat itu dijejali uang di kantongnya dan diselipkan cerutu pada jari-jarinya, sebagai sindiran kehidupannya yg penuh kemewahan dan korupsi

4.Nicolae Ceausescu

Sampai menjelang kematiannya Ceausescu memegang jabatan sebagai Kepala Negara dan kepemerintahan, Ketua partai Komunis Rumania, Ketua Dewan Pembangunan Ekonomi dan Sosial, Ketua Front Demokrasi Sosialis serta Kepala Angkatan Bersenjata.Awal pertengahan 1960, Ceausescu membuat kebijakn untuk menambah populasi penduduk Rumania denga cara melarang kontrasepsi dan pendidikan seks, pasangan yg tdak mempunyai anak akan dikenai pajak yg tinggi. Ceausescu juga menatur Dewan Keamanan dalam Negeri agar para agennya dapat bebas menahan, interogasi dan menyiksa setiap orang yg dianggap menentang.Dia juga sangat membatasi dan mengontrol media bahkan warga tidak boleh mempunyai mesin tik tanpa ijin.
Ceausescu juga menempatkan putranya, istri dan saudara2nya dalam posisi strategis dalam pemerintahan.Pada akhir 80-an Rumania mengalami krisis ekonomi akibat kebijakan-kebijakan yg kacau, hutang mencapai 10 milliar US, lalu ia menerapkan kebijakan pengetatan, hampir semua produksi Rumania di ekspor termasuk bahan makanan, bbm dan berbagai keb.dasar.Rakyat kelaparan hamper 15 ribu warga meninggal setiap tahun karena kebijakan ini.Desember 1988 rakyat mulai berdemo dan dijawab oleh Ceausescu di kota Timisoara dengan tembakan, 4000 orang tewas.
Angkatan bersenjata mulai memihak rakyat, menyadari keadaan genting Ceausescu dan isrtrinya kabur dengan helicopter setelah sempat menembak mati Menteri Pertahananya, Jend.Vasile Milea yg menolak untuk menembak rakyat/demonstran.Akhirya Ceausescu ditangkap bersama isterinya, mereka diadili dan divonis mati.Keduanya ditembak di kepala dengan salah satu senapan paling legendaris di dunia yaitu AK-47.”Pergilah ke Neraka,” adalah ucapan terakhir istri Ceausescu pada para eksekutor.

5.Saddam Hussein

Saddam naik sebagai presiden Iraq pada tahun 1979, awalnya dia mencitrakan dirinya sebagai pemimpin yg berupaya memajukan rakyatnya.Menasionalisasi industri perminyakan dan bertekad memberantas buta huruf, dengan cara tak lazim yaitu memenjarakan bagi mereka yg tdk mengikuti program pendidikan tsb.Pada masa itu iraq mempunyai system pemeliharaan kesehatan terbaik di Timur tengah bahkan mendapatkan penghargaan dair UNESCO.
Ketika Saddam menjadi presiden pada 1979 ia memerintahkan eksekusi bagi belasan pejabat yg dianggap menentangnya.Tahun 1980 ia memulai perang dengan Iran dengan alasan perebutan territorial namun tujuan sebenarnya bahwa ia khawatir dng revolusi Iran yg dipelopori Ayatullah Khomeini.Perang yg diperkirakan singkat namun ternyata berlangsung selama 8 tahun dan pada saat inilah Saddam menggunakan senjata kimia untuk menghabisi tentara Iran dan pemberontak Kurdi.Untuk menjaga keamanan dalam negeri ia membentuk polisi rahasia ala Stalin dan mengendalikan Tentara rakyat untuk menghadapi kudeta dari angkatan bersenjata.Masih ada juga Departemen Intelijen Jendral (Mukhabarat) satuan yg paling ditakuti.Tak pandang bulu, dua menantunya dihabisi oleh satuan ini karena dianggap membelot.
Kenekatannya berlanjut pada 1990 saat Saddam menginvasi Kuwait dengan alasan yg sama yaitu territorial, Saddam menganggap bahwa Kuwait secara historis adalah bagian dari Iraq.Akibat kelakuannya ini dia dihajar oleh pasukan koalisi PBB dan terjadilah Perang Teluk.Pada tahun 2003 dengan alasan memiliki senjata kimia Iraq kembali diserang oleh AS.Ketika AS menduduki Iraq tahun 2003, Saddam dan kroninya menghilang hingga pada Desember 2003 dia tertangkap.Meski terlihat lusuh dan letih namun sorot matanya yg tajam dan garang tetap terpancar.Saddam dijatuhi hukuman mati atas dakwaan pembunuhan 148 warga Syiah pada tahun 1982.

6. Zulkifar Ali Bhutto

Ia pernah menjabat sebagai Presiden dan Perdana Menteri Pakistan dan juga pendiri partai terbesar Pakistan People Party.Moto kampanyenya yg terkenal yaitu “makanan,pakaian dan rumah untuk semua”.Di awal kepemimpinannya tahun 1971 dengan memperkenalkan konsep Sosialis Islam ia mereformasi pernundangan,nasionalisasi perindustrian, membagi lahan kepada para petani dan menangkap 2000 pegawai negeri yg korup.Namun kepemimipinannya ditentang sejumlah pihak, pada tahun 1973 terjadi pemberontakan di Balochistan dan ia memerintahkan angkatan bersenjata untuk menumpasnya, ia juga menahan 59 perwira dng tuduhan maker.Krisis semakin menjadi pada tahun 1977, popularitasnya semakin menurun, ia melakukan KKN, pelanggaran HAM dan kebijakan Sosialis malah membuat perekonomiak Pakistan terpuruk.Lawan politik bersatu untuk menjatuhkannya melalui Partai National Alliance tapi ternyata kalah telak dala pemilu, kemenangan Bhutto adalah suatu rekayasa.Dalam situasi tak menentu Kepala Staf Angkatan Darat ,Jenderal M Zia-ul Haq mengambil tindakan dengan menahan Bhutto dan menetapkan darurat militer.Bhutto pernah dibebaskan dan kembali berkiprah dalam politik namun ia ditahan dengan dakwaan pembunuhan salah satu lawan politiknya.Maret 1978 Bhutto divonis mati, berbagai upaya banding dan seruan beberapa pemimpin dunia tidak berhasil menyelamatkannya dari tiang gantungan, 4 April 1979 Zulkifar Ali Bhutto digantung.Beberapa tahun kemudian putrinya Benazir menjadi Perdana Menteri (tewas ditembak pada Desember 2007)

sumber

11 Pimpinan Militer Paling Buruk di Sepanjang Sejarah

Dalam perang, ada pemenang dan pecundang. Kadang-kadang pasukan dikalahkan karena mereka hanya menghadapi musuh yang lebih besar dan lebih kuat.
Lain waktu mereka kalah karena beberapa taktik dan keadaan aneh yang tidak seorang pun bisa meramalkan, atau karena mereka benar-benar dikalahkan oleh musuh yang licik.

Kadang-kadang pasukan bahkan kalah karena cuaca buruk (seperti yang terjadi pada armada Mongol Kubilai Khan di 1281 Masehi, yang hancur oleh topan saat mencoba untuk menyeberang selat sempit antara Korea dan Jepang.) Namun, ada juga kekalahan akibat semata-mata ketidak mampuan seorang pemimpin.

Tentu saja, bahkan seorang pemimpin militer yang baik dapat mengalami hari yang buruk. Dengan demikian, daftar ini bukan tentang pemimpin yang hanya kalah perang, tapi mereka yang mengalami kekalahan karena kecerobohan dan ketidak cakapan sang pengatur taktik.

Beberapa di daftar ini karena mereka dianggap sebagai orang yang jauh lebih mampu daripada sejarah menunjukkan mereka telah, dalam kata lain, selain pemimpin terburuk, daftar ini juga berisi pemimpin yang paling berlebihan, yang tidak layak mendapat gelar sebagai pemimpin,

ini bukan daftar Jenderal saja, tetapi beberapa di antaranya bahkan mungkin bukan dari kalangan militer, yang menjadikan keputusan yang mereka ambil menyebabkan bencana untuk tentara mereka .

di sini adalah daftar sepuluh pemimpin yang paling tidak kompeten, berlebihan, atau hanya pemimpin militer yang beruntung mendapat jabatan yang tidak sesuai dalam sejarah.

11. Field Marshall Bernard Montgomery, Inggris
Dia tidak benar-benar seorang komandan lapangan yang buruk.Bahkan, ia salah satu cukup yang cukup bijak. Satu-satunya alasan dia dalam daftar ini adalah, seperti Macarthur dari Inggris, dia juga mungkin menjadi salah satu komandan yang berlebihan pada Perang Dunia II .

Sedangkan Monty dikreditkan-dan memang seharusnya begitu-untuk kemenangan di El Alamein, Mesir pada bulan Oktober 1942, harus diingat ia berjuang menghadapi korps pasukan Jerman Afrika yang lelah dan sudah patah semangat yang kekurangan dukungan udara yang signifikan saat badai pasir.

Inggris dan sekutu mereka, sebaliknya, Rommel kalah jumlah besar-besaran di hampir setiap kategori, membuat kemenangan yang tertunda beberapa rantai yang luar biasa peristiwa-akhirnya tak terelakkan.

Sayangnya, tidak seperti para pendahulunya, Monty memilih untuk tidak menindaklanjuti kemenangannya dengan mendorong Jerman keluar dari Afrika segera,ia menunggu sampai dengan bulan Mei tahun 1943 yang akhirnya mencapai apa yang seharusnya sudah dilakukan bulan sebelumnya. Tapi Mesir bukan masalah nyata Monty.

Yang datang kemudian, pertama dengan rencana pendaratan berlebihan di Sisilia (pasukan Patton mengalahkan Angkatan Darat Inggris dibawah pimpinan monty untuk Messina meskipun mereka dua kali lebih sedikit jumlahnya), diikuti dengan upaya menyedihkan untuk menangkap Caen, Perancis pada Hari-H.

(Kota ini tidak diambil hingga 18 Juli 1944, enam minggu setelah pendaratan pertama.) Lalu ada Operasi Markey Garden pada bulan September 1944, upaya untuk mengambil tiga jembatan utama di Belanda yang akan membuat pelarian ke dalam Lembah Ruhr memungkinkan .

Ide bagus, tetapi cukup buruk dalam penerapan, dan hasilnya 6.000 pasukan Inggris di Arnhem menyerah dan jalan buntu sementara yang berlangsung sampai musim semi berikutnya. Monty punya taktik bagus, hanya saja ia cenderung terlalu takut ketika dia harus lebih agresif, dan terlalu agresif ketika kondisi mengharuskannnya bertahan.

10. Field Marshall Erwin Rommel, Germany
Ini adalah hal yang paling kontroversial sehingga mudah dipilih sebagai daftar,karena sebuah peristiwa"Desert Fox" .Dalam pembelaan saya, saya tidak berpendapat bahwa Rommel adalah seorang jendral yang buruk.

Bahkan, mengingat keadaan ia harus berurusan dengan-kurangnya pasokan, kondisi yang berat, yang terus-menerus kalah jumlah-dia melakukan pekerjaan yang luar biasa dikatakan sebagai kesusksesan Jerman -atau, paling tidak, Jendral yang paling populer.

Plus, fakta bahwa ia terlibat dalam komplotan untuk membunuh Hitler-meskipun sangat terlambat dalam permainan-membuatnya menjadi pahlawan bagi kedua belah pihak. Namun, dalam hal pencapaian aktual, mungkin tidak cukup untuk mengangkat reputasinya.

Sementara komandan agresif dan mampu, ia cenderung kasar, tidak toleran, unteachable dan mendekati ke titik kenekatan, yang mungkin salah satu alasan ia dikalahkan oleh Inggris di Afrika Utara tidak hanya sekali, tetapi dua kali (pertama kalinya di tangan Inggris Jenderal Auchinleck, kedua kalinya oleh Montgomery) dan akhirnya mendorong pasukan JErman keluar dari benua itu.

Setelah dia diberi tugas untuk mengamankan garis pantai Perancis dari invasi sekutu (Tembok Atlantik) ia mengawasi pembangunan bunker penghalang hebat dan emplacements pistol untuk mencegah kedatangan sekutu di pantai Normandia pada tanggal 6 Juni 1944 untuk sekitar setengah jam atau lebih, dengan demikian menunjukkan kesia-siaan tergantung pada pertahanan tetap untuk menghentikan invasi (pelajaran Jerman harus ingat dari upaya sia-sia Prancis untuk memegang Garis Maginot pada tahun 1940).

Jelas, tidak semua kesalahan ini murni kesalahan Rommel saat ia memang harus bekerja di bawah keterbatasan yang ditetapkan kepadanya oleh der Fuehrer , tapi ketika seseorang menganggap reputasinya yang mendekati lendaris, tampaknya ia seharusnya mampu berbuat lebih banyak untuk menghentikan invasi sekutu di Perancis.

9. Admiral Gunichi Mikawa, Jepang
Ini adalah kasus di mana seorang komandan berhasil menikmati kemenangan besar, sebelum segera menyia-nyiakan kesempatan berharga yang diberikan kepadanya. Laksamana Mikawa dari Jepang dikenal karena kecerdasan dan penilaian yang baik ketika ia diasumsikan komando armada 8 Jepang di Rabaul pada bulan Juli 1942.

Hanya sebulan kemudian, dia memimpin armada yang sama untuk salah satu kemenangan terbesar angkatan laut Jepang di Perang Dunia Kedua ketika, selama malam 08-09 Agustus 1942, ia menyelinap ke perairan Guadalcanal dan mengirim empat kapal sekutu penjelajah ke arah dalam waktu hanya satu jam.

Dalam melakukannya, ia meninggalkan Marinir di Guadalcanal tanpa perlindungan laut dan membawa jangkar ke pantai. Namun, seperti halnya kemenangan yang telak-dan pelucutan pasukan Amerika di Guadalkanal-, Admiral ini tanpa sebab yang yang jelas segera menghentikan serangan itu dan pulang ke rumah, sehingga menyelamatkan Angkatan Laut AS dari penghinaan lebih lanjut dan kehancuran.

Laki-laki itu menunjukkan sedikit lebih agresif dengan menenggelamkan kapal-kapal yang agak rusak, sehingga pihak AS akan terpaksa mengungsi ke Kepulauan Solomon dan perang akan menjadi lebih panjang, selama hampir satu tahun.

Ia dikritik oleh atasannya untuk kemoloran waktu, dia dimutasi ke jabatan dan peran yang lebih kecil selama sisa perang sampai ia dipaksa pensiun oleh Angkatan Laut Jepang pada Juni 1945, tiga bulan sebelum perang berakhir.

Bukan seorang perwira yang buruk, tapi seorang perwira dengan waktu yang buruk.

8. Saddam Hussein, Iraq
Orang tidak biasanya berpikir tentang Jagal dari Baghdad sebagai pemimpin militer (meskipun dia suka memakai seragam), tetapi untuk dua puluh empat tahun ia menyebut tembakan di Irak.

Seperti Hitler (lihat No 1) setiap operasi militer itu diawasi oleh dia secara pribadi dan dengan sangat rinci, meskipun, sekali lagi seperti Hitler, ia mempercayakan operasi taktis sehari-hari kepada sekelompok pasukan tidak cakap yang lebih setia daripada dengan kelompok yang cakap dan ahli di medan tempur

Pertimbangkan bahwa selama pemerintahannya, Saddam mengawasi tiga konflik besar (invasi ke Iran dan Teluk Persia I & II) konflik menyeret Iran selama 8 tahun sebelum Saddam akhirnya digugat untuk perdamaian. pertahanan Kuwait pada tahun 1991 dilakukan pasukan AS dan koalisi hampir mengorbankan seluruh pasukan sadam belum sementara perang difollow-up sebelas tahun kemudian (AS memimpin invasi ke Irak pada tahun 2003) biaya dirinya baik.

Mungkin idenya terbaik meyakinkan dunia ia WMD dalam upaya untuk mencegah invasi, sehingga mendorong penaklukan yang ia hindari. Terburuk, dia lupa memberitahu jendral sendiri WMDs itu hanyalah bagian dari imajinasi , banyak kekhawatiran mereka karena mengandalkan pasukan ahli untuk memperlambat pasukan Amerika di Baghdad.

Sesungguhnya dapat dikatakan bahwa tidak ada komandan militer Amerika pernah memiliki sekutu yang lebih baik daripada dengan Orang Pemarah dari Tikrit.

7. Jenderal George McClellan, Amerika Serikat
Sementara ada sejumlah jenderal buruk selama Perang Sipil Amerika-terutama di sisi Union sayangnya-yang yang biasanya mendapatkan prestasi karena menjadikan perang lebih lama berlangsung adalah Jenderal Union George McClellan.

McClellan bukan Jendral terburuk di tentara Union itu mungkin milik orang-orang seperti Joe Hooker atau Ambrose Burnside-tapi ia adalah yang paling hati-hati, dalam perang hal itu bisa sama berbahayanya dengan terlalu berani.

Dalam perintah dari Union Army November, 1861 sampai ia diberhentikan oleh Lincoln setelah Pertempuran berdarah dan disimpulkan Antietam pada bulan September, 1862, McClellan terkenal karena mengambil pendekatan lambat yang mengakibatkan penundaan berkesudahan dan kesempatan terlewatkan untuk mengatasi pemberontak yang berpotensi memperpendek perang.

Untuk dicatat, beberapa penulis biografinya menulis bahwa McClellan ragu-ragu untuk berkomitmen dalam pertempuran karena kepedulian terhadap kehidupan anak buahnya tetapi peluang yang hilang secara potensial untuk mengalahkan Tentara Konfederasi yang lebih kecil beberapa kali mungkin menjadi perang berlarut-larut selama bertahun-tahun, benar-benar mengakibatkan kerugian yang lebih besar , mengingat jika saja dia dan pengalamannya lebih agresif dalam melakukan penyerangan.

penghinaan pribadi pria itu untuk Lincoln juga tidak bijaksana (ia pernah menolak untuk menemui presiden ketika ia mengunjungi rumahnya di Washington, dia mengaku pergi ke tempat tidur dan tidak bisa diganggu), sedangkan ambisi politiknya dia melawan Lincoln di tahun 1864 pada pemilu, membuat reputasinya sebagai Pimpinan tentara Union semakin terpuruk

6. Jenderal Robert Georges Nivelle, Perancis
Douglas Haig adalah Jenderal dari British Expeditionary Force di Perancis selama Perang Dunia Pertama (lihat no 5.), sedangkan Robert Nivelle adalah untuk Perancis.

Seorang perwira artileri Perancis yang mengambil komando Angkatan Darat Perancis pada bulan Desember 1916, ia langsung mulai melakukan hal yang berarti sangat sedikit, dan hanya duduk menonton anak buahnya dan pasukan JErman saling membantai satu sama lain dalam skala yang tak terbayangkan.

Pada Pertempuran Verdun (21 Februari - 18 Desember 1916) Nivelle memimpin pergerakan tentara Perancis seperti babi melalui sebuah pabrik sosis, dan menjadikan setengah juta korban tewas dalam pertempuran sebelum semuanya berakhir. Dan hal itu adalah akibat dari nasib buruk dan perencanaan yang mentah dari “Nivelle Offensive” pada musim semi tahun 1917 .

yang direncanakan Menjanjikan kemenangan cepat dan akurat atas Jerman, pada bulan April 1917 Nivelle mengirim lebih dari satu juta tentara Perancis melawan tentara Jerman yang jumlahnya separo dari psukan Perancis, tapi malah pasukan perancis dibantai.

Pada saat pemerintah Perancis akhirnya menarik mundur tentaranya tiga minggu kemudian, lebih dari seperempat juta pasukan Perancis telah terbunuh atau terluka dan tentara berada di ambang pemberontakan .

Itu dianggap satu-satunya cara untuk mencegah tentara Perancis lari dari medan peperangan dan mencegah kehancuran total pada tentara sekutunya, dengan menyerahkan kemenangan ke Jerman secara mutlak.

(Di sisi lain,Jika Jerman menang di musim panas tahun 1917,tidak akan ada Hitler dan tidak ada Perang Dunia Kedua dan sejarah akan mengambil jalur yang jauh berbeda ) Tidak seperti rekan Inggris-nya, Sir Douglas Haig, Nivelle tidak kembali pulang sebagai pahlawan tetapi ia menyelinap ke beberapa pos dalam ekuivalen Tentara perancis di Afrika yang dikirim ke Siberia-untuk menyelesaikan sedikit sisa dari kariernya.

Dia meninggal pada tahun 1924 dan dimakamkan dengan penuh kehormatan militer ... dan kemudian segera dilupakan.

5. Jenderal Sir Douglas Haig , Inggris

Komandan pasukan Inggris di Perancis selama kekalahan Pertempuran Somme tahun 1916, Haig memiliki perbedaan dia menjadi komandan yang menyebabkan kematian terbanyak pasukan Inggris dalam satu hari pada pagi hari tanggal 1 Juli, 1916 ,60.000 pasukan-20% dari seluruh kekuatan Inggris terbunuh atau terluka, dalam serangan yang gagal untuk mendapatkan salah satu tujuannya.

Haig, yang selalu optimis Namun, tidak mempertimbangkan besarnya kerugian korban yang ditimbulkan yang terburuk bahkan dia menulis di di samping hari buku harian "... korban total ... tidak bisa dianggap berat mengingat jumlah pasukan yang terlibat, dan jalur panjang kedepan yang diserang. "

Tentunya, jika di masa ini tulisannya tersebut akan mengakibatkan pemecatan langsung dari para perwira yang tersinggung, tetapi berbeda saat itu. Bahkan, Haig akan terus mengawasi pasukan Inggris selama sisa perang dan bahkan dipromosikan Memimpin sebagai Marshall karena prestasinya.

Di bawah kepemimpinannya , sekitar 800.000 tentara Inggris pada akhirnya mati. Hebatnya, Haig pulang sebagai pahlawan setelah perang dan masih dianggap telah menjadi komandan militer yang kompeten sampai hari ini (kebanyakan oleh orang yang tidak pernah berperang di bawah komandonya, ).

Meskipun tidak ada komandan di kedua pihak selama perang itu tampak gemilang karena mengakibatkan banyaknya korban, apa yang membuat Haig menonjol adalah ketidakpeduliannya kepada pembantaian dan keengganan untuk belajar dari tamparan keras dari bencana yang diderita pasukannya.

4. George Armstrong Custer, Amerika Serikat
Custer mungkin telah membuat figur pahlawan 1940's di era Barat, tetapi dalam kehidupan nyata ia adalah pemimpin militer yang seharusnya menjadi pemimpin pejuang gurun.
Kurang ajar, cerdas, dan secara pribadi berani, melepas yang besar adalah ketidakpeduliannya untuk kesejahteraan dan keselamatan para bawahan atau tentaranta.

(Sebagai salah satu Jenderal termuda di Union Army selama Perang Saudara, unit kavaleri-nya memiliki tingkat korban tertinggi dari setiap di Angkatan Darat). Dia juga bersikap buas ketika berurusan dengan orang Indian, ia akan menyembelih mereka tanpa penyesalan.

kesembronoannya akhirnya menjadikannya tertangkap, ketika ia memimpin Kavaleri ke-7 yang terkenal itu mengalami bencana di Little Big Horn pada bulan Juni 1876,ia kehilangan hampir seluruh komandannya dalam perjalanan beberapa jam ketika dia menyerang sebuah perkemahan India dengan beberapa ribu prajurit Lakota di dalamnya, di Cheyenne Utara, dan Arapaho .

Entah bagaimana, ia menjadi legenda sebagai hasil dari bencana-terutama melalui upaya tak kenal lelah dari istrinya, Libbie, yang kemudian berbicara atas namanya pada sisa hidupnya-dengan pepatah lama sehingga orang Amerika cenderung untuk menghormati kekalahan mereka( seperti Little Big Horn, the Alamo, Pearl Harbor, 9/11) lebih dari kemenangan mereka.

Sementara dia dipuja sebagai martir oleh jutaan orang Amerika selama beberapa generasi, Custer tidak bernasib baik dengan sejarawan akhir-akhir ini, yang telah datang untuk mengungkitnya demi untuk mencari publisitas pribadi, sebagai pembenci India, tukang jualan nyawa yang ambisius , dan menumpulkan reputasinya secara umum.

Apakah dia layak dicemooh? Tanyakan saja pada salah satu dari 267 orang yang meninggal bersama dia (belum lagi ratusan penduduk asli Amerika yang dia sembelih).

3. Douglas MacArthur Amerika Serikat
Mungkin dia Pahlawan bagi Amerika dari Teater Pasifik dan dalang Landings Inchon..
Tapi Tidak jika Anda melihat catatan perangnya. Start with his incoherent strategy to defend all of the Philippines that ended in the disastrous surrender at Bataan in April of 1942 (the largest mass surrender of American troops in US history).

DiMulai dengan strategi koheren untuk membela rakyat Filipina yang berakhir pada bencana saat pasukannya menyerah di Bataan pada bulan April tahun 1942 (penyerahan massa terbesar tentara Amerika dalam sejarah AS).

Diikuti dengan ego antagonis yang membuatnya sering tidak dapat bekerja dengan Australia membela New Guinea dan keputusan gila yang menyarankan untuk menyerang Peleliu (basis Jepang tidak memiliki nilai strategis langsung dengan 10.000 pasukan AS menjadi korban dan mengambil dua bulan untuk mengendalikannya).

Kemudian ada desakan bahwa Roosevelt menyerang Filipina-meskipun kepulauan filipina tidak memiliki nilai cukup strategis sehingga ia bisa menepati janjinya kepada orang-orang Pilipino bahwa ia "akan kembali" (seolah-olah mereka peduli).

Operasi di Teluk Leyte mengambil begitu banyak dalam hal aset militer yang menjadikan Doug seorang diri membuat perang lebih panjang beberapa bulan. Tapi bagaimana Korea, Anda bertanya? Bukankah dia dalang di balik pendaratan Inchon yang memecahkan barisan belakang Tentara Korea Utara dan kemenangan(hampir) bisa dipastikan di semenanjung itu?

Ya , tetapi mengingat Inchon dipertahankan oleh hanya sebuah garnisun kecil dari sisa pasukan Korea yang sedang terkunci dalam pertempuran dengan pasukan PBB sekitar Pusan, yang berarti bahwa hanya komandan yang paling buruk yang akan gagal untuk mengambil alihnya.

Itu yang terjadi kemudian, bagaimanapun, dimana Doug menunjukkan sifat sejati; mengabaikan laporan intelijen bahwa satu juta pasukan Cina yang berkumpul di sepanjang perbatasan Korea siap untuk menyerang, tiba-tiba dia menemukan dirinya dikuasai oleh Mao dan terpaksa mundur 38 derajat.

Hanya saja kala itu dia dipimpin Truman (mungkin keputusan terbaik Truman sebagai Presiden) dan (penggantinya) Jenderal Ridgeway, rencana taktisnya membuat Korea luput dari menjadi antek soviet lain di masa mendatang.

Oke, ia adalah seorang gubernur militer yang layak di Jepang setelah mereka menyerah dan terus Rusia keluar dari Jepang, tapi di luar itu, tidak banyak yang dapat dikatakan baginya, baik sebagai seorang jenderal atau seseorang.

penilaian yang tidak adil?

Pertimbangkan bahwa dia berhasil melobi Kongres untuk membuat mereka memberikan penghargaan kepadanya Medal of Honor untuk pertahanan tidak layaknya Filipina pada tahun 1942.

2. Antonio Lopez de Santa Anna, Mexico
karakter yang berwarna-warni ini seharusnya tidak diletakkan pada seragam Jendral Meksiko (atau seragam militer). Setiap kali dia lakukan, hal buruk selalu terjadi pada tentara malang di bawah komandonya.

Ya, dia mengambil alih Alamo tahun 1836 (kehilangan dua kali lebih banyak pasukan daripada lawannya pasukan Texas),tapi ia kehilangan seluruh pasukan dan ditangkap di San Jacinto hanya beberapa minggu kemudian dalam Pertempuran yang berlangsung selama lima belas menit.

Masih populer di Meksiko (Santa Anna suka menganggap dirinya sebagai "Napoleon dari Barat"), setelah pengasingan singkat ia kembali ke rumah untuk memerintahkan sekali lagi Angkatan Darat Meksiko yang bertugas mendorong kekuatan Perancis dengan personel kecil keluar dari Veracruz.

Dia kalah dalam pertempuran, juga kaki, yang mengakibatkan orang-orang Meksiko terpaksa menyerah kepada Prancis, tetapi ia kembali ke rumah-dengan kaki palsu prostetik dari gabus di belakangnya-menjadikannuya lebih populer dari sebelumnya.

Setelah bertugas pendek sebagai diktator (dia melayani dalam kapasitas ini beberapa kali selama karir nya) ia sekali lagi menjabat sebagai kepala Angkatan Darat Meksiko seperti yang berulang kali terjadi , ia dikalahkan oleh pasukan Amerika selama Perang Meksiko-Amerika 1846.

(Selama perang kaki palsunya direbut oleh pasukan Amerika dan dipamerkan.) Pulang ke rumah untuk Meksiko setelah bermasib naas sebagai ahli strategi militer, Santa Anna sekali lagi mengambil alih pemerintah dan menghabiskan beberapa tahun berikutnya,sebelum rakyatnyag akhirnya bosan dan membuatnya melarikan diri ke pengasingan ke Kuba pada tahun 1855.

Jelas Santa Anna di mata orang-orang Meksiko adaalah seorang pria menjadi bencana pada militer dan politik, namun ia tetap populer di mata jutaan orang Meksiko selama bertahun-tahun..

1. Adolf Hitler, Jerman
Banyak mungkin akan terkejut melihat der Fuehrer pada daftar pemimpin militer gagal, terutama karena ia bukan perwira militer.

Namun, ini adalah daftar tentang kegagalan pemimpin-yang tidak selalu menjadi perwira, mengingat perannya dalam memastikan kekalahan yang sudah lama ditunggu Jerman dalam Perang Dunia II-membuat dia berada paling atas pada daftar.
Meskipun benar bahwa Hitler tidak pernah memerintahkan tentara di lapangan, dalam tiga tahun terakhir dari perang ia semakin mengambil alih kontrol sehari-hari pasukannya, mengatakan jendral mana dan kapan untuk menyerang dan kemudian menolak untuk permintaan mereka untuk mundur ketika kekalahan tak terelakkan.

Sementara ia meninggalkan rincian taktis saat mememerintahkan tentaranya, ia menetapkan tujuan strategis, mengawasi alokasi sumber daya, dan semua tapi mengemudikan tank pertama ke setiap pertempuran setelah 1943, memastikan bahwa tidak peduli seberapa baik Jerman bertempur, mereka pasti akan kalah.

Selain itu, ini adalah perbedaan terbesar antara Hitler dan musuhnya, Joseph Stalin, Stalin tahu dia bukan seorang ahli strategi militer dan membiarkan Jenderalnya mengambil keputusan selama pertempuran.

Hitler, dengan asumsi waktunya yang dihabiskan di parit Perancis dalam Perang Dunia I membuatnya menjadi ahli,tapi tidak pernah memperhitungkan kerugiannya dan kerugian seluruh generasi german di masa-masa mendatan

sumber

 
Tahukah Kamu »