Techno »

LIRIK LAGU »

Download »

Followers

Showing posts sorted by relevance for query MITOS. Sort by date Show all posts
Showing posts sorted by relevance for query MITOS. Sort by date Show all posts

Mitos-mitos Anak Muda Jakarta dan Sekitarnya

#Mitos-mitos Anak Muda Jakarta dan Sekitarnya
 

Kehidupan ini memang penuh mitos. Dari kecil, kamu pasti sudah sering mendengar banyak mitos, mulai dari yang mistis sampe yang…eh kebanyakan mistis aja sih. Tapi seiring berjalannya waktu dan semakin modernnya dunia ini, ada banyak mitos-mitos baru yang bermunculan. Di kalangan anak-anak muda Jakarta dan sekitarnya pun demikian. Ada beberapa mitos baru yang sekarang menjadi populer sekali di kalangan anak muda, seperti misalnya:

1. Satu Batang Cabut

Mitos: Biasa diucapkan oleh anak-anak yang sedang nongkrong, mitos ini menyatakan bahwa setelah satu batang rokok, mereka semua akan udahan nongkrong dan langsung cabut, melanjutkan kegiatan mereka.
Fakta: Sejauh ini sih hal tersebut masih merupakan sebuah mitos belaka ya. Biasanya satu batang tersebut kemudian akan menjadi dua batang, 3 batang, satu bungkus, dan kemudian akan menjadi "Abis ini deh pokoknya!".

2. Abis Ini Gue Mandi

Mitos: Biasa diucapkan oleh orang yang sedang libur dan berada di rumah aja. Mitos ini menyatakan bahwa pada suatu titik tertentu, orang tersebut akan mandi, menjadi wangi dan bersih.
Fakta: Ini juga masih mitos belaka sih. Kebanyakan orang yang sedang libur dan di rumah aja sih kesulitan menemukan alasan yang tepat untuk mandi ya. Lagian buat apa juga gitu.

3. Gue Udah OTW

Mitos: Ketika diucapkan, mitosnya adalah seseorang sudah di jalan menuju suatu tempat. Biasanya ini dikatakan apabila orang ini terlibat sebuah janji dengan orang lain dan orang lain tersebut sudah menanyakan keberadaannya.
Fakta: Pada umumnya sih ini sekedar mitos belaka ya. Kalo memang seseorang sudah beneran ada di jalan, Ia akan secara spesifik mengatakan posisinya ada dimana. Tapi kalo dia hanya bilang "Udah OTW", kemungkinan besar sih dia baru bangun.

4. Macet

Mitos: Mitos ini adalah kelanjutan dari "Udah OTW". Biasa diucapkan oleh seseorang yang terlambat datang ke suatu tempat dan udah ditelponin terus sama orang yang nunggu. Mitos mengatakan bahwa jalanan sungguh macet sehingga membuat Ia terlambat sampai di tujuan.
Fakta: Pada dasarnya ini gak terlalu mitos-mitos amat sih. Pada kenyataannya Jakarta memang macet. Tapi kalo urusannya sama janjian dan telat, lebih sering sih sebenernya macet ini hanyalah mitos belaka.

5. Lima Menit Lagi Gue Sampe

Mitos: Masih lanjutan dari masalah janjian dan telat. Mitos ini biasa terucap kalo orang yang nungguin udah mulai kesel. Mitos ini biasa diucapkan dengan harapan orang yang menunggu jadi sedikit lebih tenang.
Fakta: Bohong. Paling cepet masih 30 menit lagi lah nyampenya. Paling cepet lho ya.
Nah, demikianlah mitos-mitos modern yang sedang populer di kalangan anak Jakarta dan sekitarnya. Apakah kamu punya mitos-mitos lain? Silakan dishare.

Tujuh mitos, tujuh penipuan tentang Malaysia

yang menulis orang malaysia sendiri

http://www.agrismundusalumni.org/studentsprofiles/Malaysia.jpg
TUJUH MITOS TUJUH PENIPUAN

Dalam negara malaysia ada beberapa mitos yang disebarkan. Pada ketika mitos ini disebarkan ramai warga negara kita belum bersekolah. Maka mitos ini di terima bulat-bulat. Penyebaran mitos ini memang bertujuan untuk membodohkan kita semua. Tetapi dengan adanya internet kita dapat memecahkan mitos-mitos ini melaui pengkajian berdasarkan fakta-fakta..

MITOS PERTAMA:

Hari Malaysia bukan pada 31 Ogos tetapi 16 September. BOHING. Sabah ,
Serawak, Singapura dan Pesekutuan Tanah Melayu menjadi Persekutuan
Malaysia pada 16 September 1963. Singapura meninggalkan Malaysia pada
9 Ogos 1965. Tidak percaya sila tanya orang Sabah dan Serawak.

MITOS KE DUA :

Merdeka dimulakan oleh United Malays National Organisation. BOHONG.
Parti yang awal memperjuangan dan melaugkan slogan MERDEKA ialah
Kesatuan Melayu Muda di tubuh pada 1938. United Malays National
Organisation belum wujud lagi. Apabila wujud slogan United Malays
National Organisation ialah HIDUP MELAYU dan bukan MERDEKA !

MITOS KE TIGA :

Kemerdekaan didapati tanpa tumpah darah. BOHONG. Parti Komunis Malaya,
Angkatan Pemuda Insap, Anakatan Wanita Sedar, Hisbul Musliman, Peta,
Malayan Democtaric Union, KMM dan ribuan warga telah bangun mengangkat
senjata – pada mulanya melawan Jepun – kemudian melawan British. Tanpa
angkat senjata British tidak akan undur.

MITOS KE EMPAT :

Lagu Negara-Ku dikatakan lagu kebangsaan kita. BOHONG. Lagi ini bukan
ciptaan warga Tanah Melayu. Peciptanya orang Peranchis bernama Pierre
Jean de Beranger (1780-1857) Nama asal ialah Memula Moon. Bertukar
menjadi Terang Bulan. Di zaman Konfrontasi - Radio Repuklik Indonesia
memainkan lagu ini untuk mengejek Tunku yang dianggap budak suruhan
British. Dari Terang Bulan menjadi Negara-ku.

MITOS KE LIMA :

Bendera Jalur Gemilang – namanya baru 5 tahun. Ini adalah tiruan bulat
bulat dari bendera Amerika Syarikat yang bernama Star Spangled
–Banner, Stars and Stripes dan Old Glory. Nama jalur gemilang pun di
ciplak dari nama bendera Amerika. Buktinya lihat Jalur Gemilang tidak
ada motif Nusantara/Melayu – warna merah dan puteh adalah motif
Nusantara - merah darah rakyat - puteh hati rakyat.Motif Nusantara ini
wujud dalam bendera Singapura dan Indonesia.

MITOS KE ENAM :

Wujud perpaduan Melayu. BOHONG. Tidak ada perpaduan Melayu. Tidak
pernah terjadi perpadun Melayu semenjak konsep Melayu itu wujud. Tidak
mungkin adanya perpaduan Melayu seperti mustahilnya lahir perpaduan
China, perpaduan Arab, perpaduan Itali , perpaduan India.

Mito perpaduan Melayu bergerak dengan menakut-nakutkan orang Melayu
dari di’telan’ oleh China dan India. Apabila Melayu jadi takut maka
akan datang pembantu. Seperti mitos pokok ada hantu. Orang kampong
takut pada hantu lalu memanggil bomoh untuk menghalau hantu. Ini cara
klasik mitos bergerak. Takut-takut orang ramai. Apabila orang ramai
takut maka mereka akan mencari perlindungan. Maka muncul United Malays
National Organisation menjadi perlindung walhal yang menimbulkan
kerena gerombolan ini.

MITOS KE TUJUH:

Malaysia negara unik. BOHONG. Mitos ini disebarkan untuk membodohkan rakyat negara ini yang malas membaca dan hanya suka mendengar. Mitos ini bertujun untuk menunjukkan hanya gerombolan United Malays National Organisation sahaja yang dapat memerintah kerana Malaysia unik.

Hakikatnya Malaysia tidak unik – bukan Malaysia sahaja dalam dunia ini yang berbilang kaum , yang berbilang bahasa, pelbagai agama dan budaya. Tidak ada negara yang monolith dalam dunia ini – semua ada kepelbagian. Setiap negara dalam dunia ini ada kepelbagaian.

TEKNOLOJI PECAHKAN MITOS

Lihatlah betapa teknoloji dan ilmu pengetahuan telah memecahkan mitos-mitos ini. Betapa internet telah membolehkan kita bersama-sama mencari fakta dan menilai dokumen sejarah.

Kalau dulu kita tidak tahu asal usul lagu Negara-ku – hari ini gambar dan riwayat hidup pembuat lagi ini kita kenali. Kalau dulu ada yang menerima mitos tentang kemedekaan dicapai tanpa tumpah darah. Hari ini mitos ini telah terbarai pecah. Dokument-dokumen sejarah semuanya boleh kita baca melaui internet.

Kemajuan manusia akan terus memecahkan mitos mitos yang lapuk dan berkarat ini. Teknoloji akan membebaskan manusia dari di perangkap dan di belenggu oleh mitos-mitos. Tanpa mitos manusia akan jadi berani. Insan yang berani bebas adalah insan yang berfikir. Manusia yang berfikir tidak akan tunduk kepada sesipa kecuali fikrahnya yang rasional.

Sumber: http://mt.m2day.org/2008/content/view/26082/84/

Mitos-Mitos Anak Muda Jakarta dan Sekitarnya



Kehidupan ini memang penuh mitos. Dari kecil, kamu pasti sudah sering mendengar banyak mitos, mulai dari yang mistis sampe yang…eh kebanyakan mistis aja sih. Tapi seiring berjalannya waktu dan semakin modernnya dunia ini, ada banyak mitos-mitos baru yang bermunculan. Di kalangan anak-anak muda Jakarta dan sekitarnya pun demikian. Ada beberapa mitos baru yang sekarang menjadi populer sekali di kalangan anak muda, seperti misalnya:

1. Satu Batang Cabut

Mitos: Biasa diucapkan oleh anak-anak yang sedang nongkrong, mitos ini menyatakan bahwa setelah satu batang rokok, mereka semua akan udahan nongkrong dan langsung cabut, melanjutkan kegiatan mereka.
Fakta: Sejauh ini sih hal tersebut masih merupakan sebuah mitos belaka ya. Biasanya satu batang tersebut kemudian akan menjadi dua batang, 3 batang, satu bungkus, dan kemudian akan menjadi "Abis ini deh pokoknya!".

2. Abis Ini Gue Mandi

Mitos: Biasa diucapkan oleh orang yang sedang libur dan berada di rumah aja. Mitos ini menyatakan bahwa pada suatu titik tertentu, orang tersebut akan mandi, menjadi wangi dan bersih.
Fakta: Ini juga masih mitos belaka sih. Kebanyakan orang yang sedang libur dan di rumah aja sih kesulitan menemukan alasan yang tepat untuk mandi ya. Lagian buat apa juga gitu.

3. Gue Udah OTW

Mitos: Ketika diucapkan, mitosnya adalah seseorang sudah di jalan menuju suatu tempat. Biasanya ini dikatakan apabila orang ini terlibat sebuah janji dengan orang lain dan orang lain tersebut sudah menanyakan keberadaannya.
Fakta: Pada umumnya sih ini sekedar mitos belaka ya. Kalo memang seseorang sudah beneran ada di jalan, Ia akan secara spesifik mengatakan posisinya ada dimana. Tapi kalo dia hanya bilang "Udah OTW", kemungkinan besar sih dia baru bangun.

4. Macet

Mitos: Mitos ini adalah kelanjutan dari "Udah OTW". Biasa diucapkan oleh seseorang yang terlambat datang ke suatu tempat dan udah ditelponin terus sama orang yang nunggu. Mitos mengatakan bahwa jalanan sungguh macet sehingga membuat Ia terlambat sampai di tujuan.
Fakta: Pada dasarnya ini gak terlalu mitos-mitos amat sih. Pada kenyataannya Jakarta memang macet. Tapi kalo urusannya sama janjian dan telat, lebih sering sih sebenernya macet ini hanyalah mitos belaka.

5. Lima Menit Lagi Gue Sampe

Mitos: Masih lanjutan dari masalah janjian dan telat. Mitos ini biasa terucap kalo orang yang nungguin udah mulai kesel. Mitos ini biasa diucapkan dengan harapan orang yang menunggu jadi sedikit lebih tenang.
Fakta: Bohong. Paling cepet masih 30 menit lagi lah nyampenya. Paling cepet lho ya.
Nah, demikianlah mitos-mitos modern yang sedang populer di kalangan anak Jakarta dan sekitarnya. Apakah kamu punya mitos-mitos lain? Silakan dishare.

Mitos-mitos Anak Muda Jakarta dan Sekitarnya



Kehidupan ini memang penuh mitos. Dari kecil, kamu pasti sudah sering mendengar banyak mitos, mulai dari yang mistis sampe yang…eh kebanyakan mistis aja sih. Tapi seiring berjalannya waktu dan semakin modernnya dunia ini, ada banyak mitos-mitos baru yang bermunculan. Di kalangan anak-anak muda Jakarta dan sekitarnya pun demikian. Ada beberapa mitos baru yang sekarang menjadi populer sekali di kalangan anak muda, seperti misalnya:

1. Satu Batang Cabut

Mitos: Biasa diucapkan oleh anak-anak yang sedang nongkrong, mitos ini menyatakan bahwa setelah satu batang rokok, mereka semua akan udahan nongkrong dan langsung cabut, melanjutkan kegiatan mereka.
Fakta: Sejauh ini sih hal tersebut masih merupakan sebuah mitos belaka ya. Biasanya satu batang tersebut kemudian akan menjadi dua batang, 3 batang, satu bungkus, dan kemudian akan menjadi "Abis ini deh pokoknya!".

2. Abis Ini Gue Mandi

Mitos: Biasa diucapkan oleh orang yang sedang libur dan berada di rumah aja. Mitos ini menyatakan bahwa pada suatu titik tertentu, orang tersebut akan mandi, menjadi wangi dan bersih.
Fakta: Ini juga masih mitos belaka sih. Kebanyakan orang yang sedang libur dan di rumah aja sih kesulitan menemukan alasan yang tepat untuk mandi ya. Lagian buat apa juga gitu.

3. Gue Udah OTW

Mitos: Ketika diucapkan, mitosnya adalah seseorang sudah di jalan menuju suatu tempat. Biasanya ini dikatakan apabila orang ini terlibat sebuah janji dengan orang lain dan orang lain tersebut sudah menanyakan keberadaannya.
Fakta: Pada umumnya sih ini sekedar mitos belaka ya. Kalo memang seseorang sudah beneran ada di jalan, Ia akan secara spesifik mengatakan posisinya ada dimana. Tapi kalo dia hanya bilang "Udah OTW", kemungkinan besar sih dia baru bangun.

4. Macet

Mitos: Mitos ini adalah kelanjutan dari "Udah OTW". Biasa diucapkan oleh seseorang yang terlambat datang ke suatu tempat dan udah ditelponin terus sama orang yang nunggu. Mitos mengatakan bahwa jalanan sungguh macet sehingga membuat Ia terlambat sampai di tujuan.
Fakta: Pada dasarnya ini gak terlalu mitos-mitos amat sih. Pada kenyataannya Jakarta memang macet. Tapi kalo urusannya sama janjian dan telat, lebih sering sih sebenernya macet ini hanyalah mitos belaka.

5. Lima Menit Lagi Gue Sampe

Mitos: Masih lanjutan dari masalah janjian dan telat. Mitos ini biasa terucap kalo orang yang nungguin udah mulai kesel. Mitos ini biasa diucapkan dengan harapan orang yang menunggu jadi sedikit lebih tenang.
Fakta: Bohong. Paling cepet masih 30 menit lagi lah nyampenya. Paling cepet lho ya.
Nah, demikianlah mitos-mitos modern yang sedang populer di kalangan anak Jakarta dan sekitarnya. Apakah kamu punya mitos-mitos lain? Silakan dishare.

Mitos Dan Fakta Seputar Perut

Mitos dan Fakta Seputar Perut. Bicara mengenai perut, Anda bisa mendengar sejumlah mitos. Berapa banyak sebetulnya yang Anda tahu mengenai perut Anda. Menurut para ahli, masih banyak orang yang hanya tahu sedikit mengenai perut dan cara kerja sistem pencernaan mereka.

"Ada kesalahpahaman yang sering terjadi berkenaan dengan perut, kesalahpahaman ini seringkali menyesatkan orang dalam menangani masalah perut," ujar Mark Moyad, MD director of preventive and alternative medicine at the University of Michigan Medical Center di Ann Arbor.

Untuk membantu meluruskan mitos, Greenwald, Moyad, and NYU director of pediatric gastroenterology Joseph Levy, MD, mencoba memisahkan mitos dari fakta untuk melihat seberapa banyak yang Anda tahu mengenai cara menjaga kesehatan perut.
http://www.mediaindonesia.com/mediahidupsehat/spaw/uploads/images/article/image/2009_03_02_04_57_47_belly-d.jpg


1. Mitos atau fakta: proses pencernaan utama terjadi di perut

Jawab: mitos.
Proses utama pencernaan terjadi di usus halus. Makanan masuk ke dalam perut, kemudian makanan dipecah menjadi partikel-partikel kecil yang disebut dengan "chime". Chime ini kemudian dilepaskan ke dalam usus halus, tempat sebagian besar proses pencernaan berlangsung.

Berlawanan dengan keperyaan yang diyakini orang banyak, ujar Levy, makanan tidak langsung dicerna setelah dimakan."Semua makanan yang masuk ke perut dipecah-pecah, setelah selesai dilepaskan ke usus halus bersama-sama.

2. Mitos atau fakta: Jika Anda mengurangi jumlah asupan makanan, Perut Anda akan mengerut sehingga tidak terlalu lapar.

Jawaban: mitos. Ketika Anda dewasa, ukuran perut Anda akan tetap sama, kecuali jika Anda melakukan operasi untuk mengecilkannya. Mengurangi jumlah makanan tidak akan mengerutkan ukuran perut, kata Moyad, tetapi bisa membantu mengatur ulang selera Anda sehingga Anda tidak akan merasa begitu lapar, dan sebaiknya Anda konsisten dengan rencana makan Anda.

3. Mitos atau fakta: orang kurus mempunyai ukuran perut yang lebih kecil daripada orang-orang yang lebih berat.

Jawaban: mitos. Walaupun sulit untuk dipercaya, ukuran perut tidak berkaitan dengan berat atau kontrol berat. Orang kurus bisa mempunyai ukuran perut yang sama atau bahkan lebih besar daripada orang-orang yang berjuang menurunkan berat badan mereka sepanjang hidup."Berat tidak ada hubungannya dengan ukuran perut. Pada kenyataannya, bahkan orang yang melakukan pengecilan ukuran perut melalui operasi, masih bisa mengalami penambahan berat badan," kata Levy.

4. Mitos atau fakta: latihan seperti sit-up bisa mengecilkan ukuran perut.

Jawaban: mitos."Tidak ada olahraga yang dapat mengubah ukuran organ, tetapi bisa membakar lapisan lemak yang terakumulasi di luar tubuh. Selain itu, olahraga juga bisa membantu menguatkan otot rongga perut, area yang menampung perut dan organ internal lainnya," ujar Moyad. Pada kenyataannya, bagian lemak perut Anda yang sangat berbahaya, mungkin saja berupa lemak yang tidak kasat mata, Tetapi, berada di dalam omentum, lapisan dalam yang melapisi di atas dan di sekitar organ-organ dalam Anda.

5. Mitos atau fakta: makanan yang mengandung serat yang tidak larut dalam air mengurangi jumlah gas dibandingkan makanan yang mengandung serat yang larut dalam air.

Jawab: fakta. Menurut Moyad, sebagian besar orang tercengang saat menyadari bahwa apa yang mereka sebut sebagai bentuk serat yang lebih lembut, serat yang ditemukan dalam makanan seperti tepung gandum, kedelai, kacang polong dan buah sitrus, sebenarnya memproduksi lebih banyak gas daripada serat yang tidak larut dalam air, yang ditemukan dalam makanan seperti roti dari beras murni, sereal gandum, kubis, bit, dan wortel.

6. Mitos atau fakta: satu cara mengurangi aliran asam adalah dengan mengurangi berat badan 1-1.5 kg.

Jawaban: fakta. "Semakin sedikit asam yang mengalir kembali ke dalam kerongkongan, semakin sedikit masalah yang Anda hadapi dalam membersihkannya. Percaya atau tidak, menurunkan berat badan sebesar 1 kg saja dari area perut akan membuat perbedaan, dan kehamilan merupakan contoh terbaik," kata Moyad. Ketika bayi bertambah besar dan mendorong organ-organ dalam, rasa mulas meningkat, tetapi ketika bayi lahir dan tekanan mereda, mulas juga akan hilang."Dengan cara yang sama, kehilangan sedikit saja lemak perut akan mendatangkan kenyamanan yang sama."

Berita bagusnya: menurut Moyad, penurunan berat badan pertama sekali akan terjadi di area perut, sehingga Anda bisa melihat hasil yang positif berkaitan dengan rasa mulas dalam beberapa minggu setelah mulai rencana menurunkan berat badan.

7. Mitos atau fakta: makan sebelum tidur Akan membuat Anda lebih cepat menambah berat badan daripada makan makanan yang sama di siang hari.

Jawaban: mitos. Sebagian besar ahli setuju bahwa berat badan akan bertambah saat kita mengkonsumsi jumlah kalori yang lebih banyak daripada jumlah kalori yang kita bakar. Walaupun kelihatan ada logikanya bahwa makan pada siang hari akan lebih cepat dicerna dan lebih efisien daripada makanan yang kita konsumsi tepat sebelum tidur, Moyad mengatakan bahwa penambahan berat badan tidak terjadi dalam hitungan 1 x 24 jam."

Jumlah kalori yang Anda makan dalam selang waktu tertentu dibandingkan dengan berapa banyak yang Anda bakar yang akan menentukan penambahan berat badan. Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makan pada jam tertentu bisa memepengaruhi penambahan berat badan," ujar Moyad.

8. Mitos atau fakta: snack biskuit dengan selai kacang dengan kandungan 200 kalori lebih baik untuk mengontrol selera daripada mengkonsumsi 200 kalori dari biskuit saja.

Jawaban: Fakta. Alasannya:"Lemak dicerna lebih lambat daripada karbohidrat, dan tinggal lebih lama di dalam perut, sehingga secara alamiah kita akan merasa kenyang lebih lama setelah mengkonsumsi snack yang paling tidak mengandung sedikit lemak," ujar Levy.

9. Mitos atau fakta: kedelai membuat setiap orang kelebihan gas, dan Anda tidak bisa mencegahnya.

Jawab: mitos. Kedelai kaya akan sejenis gula yang memerlukan enzim khusus agar dapat dicerna dengan baik. "Beberapa orang mempunyai enzim ini dalam jumlah banyak sedangkan ada yang kurang. Semakin sedikit Anda punya, akan semakin banyak gas yang diproduksi selama proses pencernaan kedelai," kata Greenwald.

source: http://beritatekhnologi.blogspot.com/2010/06/mitos-dan-fakta-seputar-perut.html

12 Mitos Malam Pertama dan Penjelasannya


Benarkah Malam Pertama (MP) selalu menjadi malam paling "menegangkan" bagi pengantin baru? Tak jarang anggapan tentang MP yang dimiliki calon pengantin tergolong keliru, sehingga beredar mitos-mitos di kalangan masyarakat. Munculnya mitos ini, menurut dr. Nugroho Setiawan, Sp.And, androlog dari RS. Fatmawati Jakarta, disebabkan karena minimnya pengetahuan calon pengantin, terutama tentang seks. Berikut ini adalah mitos-mitos tentang malam pertama yang sering beredar:
1. Mitos: Selalu menyakitkan.
Pikiran ini biasanya menghantui kaum perempuan, karena ia sudah lebih dulu khawatir vaginanya tak mampu menampung penis yang besar akibat ereksi.
Fakta: Ini anggapan salah! Hubungan seks yang pertama kali dilakukan, tak selalu menimbulkan rasa sakit bila yang bersangkutan sudah mempelajari seksualitas sebelum menikah. Rasa sakit biasanya terjadi karena respon seksual belum terjadi secara sempurna padanya. Vagina masih terlalu kencang, sehingga belum siap menerima penetrasi. Ketika ada rangsangan, respon seksual akan muncul berupa ereksi pada pria, dan pada perempuan terjadi perlendiran serta pelunakan vagina. Bila vagina belum melunak tapi sudah dipenetrasi, akan timbul rasa sakit pada perempuan. Inilah yang menimbulkan rasa trauma. Selain itu, pemaksaan seperti ini bisa membuat mulut rahim pecah.

2. Mitos: Penentu Keberhasilan.

MP sering dianggap sebagai penentu keberhasilan dalam berhubungan seks selanjutnya. Ketika timbul kekecewaan, misalnya karena pengalaman buruk saat MP, biasanya memang memengaruhi perasaan saat hubungan seks berikutnya.
Pengalaman buruk ini antara lain, Ejakulasi Dini (ED) atau sakit yang dialami perempuan saat penetrasi. Bisa jadi, pengalaman ini akan kembali terbayang saat berhubungan seks berikutnya, sama halnya bila ternyata hubungan seks pertama itu berjalan menyenangkan. Fakta: MP bukanlah penentu keberhasian dalam hubungan seks selanjutnya.

3. Mitos: ED selalu terjadi saat MP.

Fakta: ED tidak selalu terjadi saat MP
Menurut Nugroho, ED terjadi akibat gairah yang terlalu tinggi dan foreplay yang kurang. Padahal sebetulnya, gairah ini bisa dikendalikan. Bila pengetahuan seksualitas yang dimiliki suami tidak memadai, ED bisa saja terjadi. Ini wajar terjadi, dan bukan pertanda buruk.

4. Mitos: Sehebat adegan film biru.

Film biru banyak memberi kesan berhubungan seks yang indah, heboh, bisa penetrasi dengan foreplay singkat, atau bahkan tanpa foreplay, dan bisa penetrasi dalam waktu lama.
Fakta: Tidak selalu sehebat adegan film biru. Belajar seks dari film biru bahkan tidak dianjurkan, karena adegan yang disuguhkan tidak runut. Itu bukan pembelajaran seks yang baik. Sebab, masing-masing pihak butuh ketenangan, belaian yang tidak terburu-buru, dan penyelesaian psikologi yang baik. Apalagi, perempuan penuh dengan perasaan. Ada kalanya, sebelum berhubungan, sebagian perempuan ingin ngobrol dulu atau dibelai untuk merangsang dirinya. Perlu diketahui, respon seksual yang baik pada wanita harus lengkap, dan ini butuh waktu lama, yaitu sekitar 30 menit.

5. Mitos: Seks di film biru adalah ideal.

Fakta: Anggapan ini menyesatkan.
Sebab, adegan di film biru kebanyakan hanya rekaan saja. Apalagi, bila suami menganggap ukuran penis yang ideal adalah yang besar, seperti di film biru. Kebanyakan, film biru diperankan orang-orang Barat yang notabene bertubuh tinggi besar, sehingga ukuran penisnya pun lebih besar, dibanding orang Indonesia yang posturnya kecil. Sebaiknya, sebelum menonton film biru, pengantin baru sudah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai seks. Sehingga, mereka lebih bijak menyikapi adegan yang disuguhkan, dan bisa memilah hal-hal yang baik.

6. Mitos: Penis besar, istri puas.

Tak sedikit suami yang merasa khawatir tidak bisa memuaskan istrinya karena memiliki penis kecil. Ia lalu menganggap, istrinya baru akan puas jika penis pasangannya berukuran besar.
Fakta: Bukan ukuran besar kecilnya penis yang bisa memuaskan pasangan. Melainkan, kekerasan penis itu sendiri. Bila penis besar tetapi tidak bisa melakukan hubungan seks dengan baik, bukan tak mungkin justru ED terjadi.

7. Mitos: Selalu nikmat.
Sebelum menikah, banyak orang menganggap seks itu nikmat, sehingga membayangkan MP pasti akan dilewati dengan nikmat.
Fakta: Apesya, tak sedikit yang kecewa. Keindahan yang dibayangkan tak terjadi karena mereka tak memahami seksualitas secara benar. Masyarakat Indonesia tergolong malas belajar secara otodidak, termasuk soal seks. Karena itulah, banyak pasangan yang frekuensi berhubungan intimnya makin lama makin berkurang. Apalagi, bila suami egois karena hanya memikirkan kenikmatannya sendiri, tidak peduli perasaan pasangan. Sedangkan istri, karena merasa sakit tiap kali penetrasi, sering mencari alasan agar tidak perlu melayani suaminya.

8. Mitos: Darah perawan.

Artinya, istri dianggap masih perawan bila saat berhubungan seks pertama kali, mengeluarkan darah dari vagina. Bila tidak, dianggap sudah tak perawan.
Fakta: Mitos ini sangat menyesatkan! Anggapan ini membuat banyak istri khawatir bila tidak mengeluarkan darah saat MP, dan bisa menimbulkan kecurigaan suami. Padahal, ketika istri mendapatkan respon seksual yang sempurna, semua organ reproduksinya melentur. Sehingga, bukan tidak mungkin selaput dara (hymen) istri tetap utuh, bahkan sampai menjelang melahirkan.

9. Mitos: Tak puas = gagal.

Fakta: Idealnya, saat berhubungan seks kedua belah pihak bisa menikmati dirinya dan pasangannya.
Pada kenyataannya, justru lebih banyak pasangan yang gagal berhubungan seks saat MP akibat pengetahuan seksualitas yang minim. Umumnya, mereka menikmati hubungan seks yang baik justru setelah berhari-hari mencoba, yaitu 10-14 hari. Sebetulnya, hal ini tidak boleh terjadi. Tetapi, karena orang Indonesia jarang mau belajar soal seksualitas, situasi seperti ini akhirnya dianggap wajar.

10. Mitos: Menyobek selaput dara pertanda keberhasilan.

Fakta: Ini anggapan yang salah dan tidak saling berhubungan. Belum tentu selaput dara bisa sobek saat MP. Menurut Nugroho, justru menyobek selaput dara saat MP merupakan tanda terjadinya kegagalan respon seksual pada istri. Artinya, sebetulnya istri belum terangsang sempurna saat penetrasi terjadi.

11. Mitos: Harus minum obat kuat

Fakta: Anggapan yang salah!
Obat-obatan pendukung kegiatan seksual tidak dianjurkan untuk dikonsumsi bila yang bersangkutan tidak memerlukannya. Jika saat MP suami sudah mengonsumsi obat ini, bisa jadi secara psikologis ia sebetulnya merasa tidak siap, atau tidak mampu melakukannya.

12. Mitos: Daging kambing meningkatkan gairah.

Fakta: Ini mitos yang sering tersiar di masyarakat! Yang benar, bukan daging kambing yang membuat gairah seks meningkat, melainkan bumbu-bumbu yang berasal dari rempah-rempah yang menyertainya ketika daging kambing itu dimasak.

Sumber: kaskus.us

Kumpulan mitos-mitos yang beredar di dunia FASHION

Kebenaran Mitos-mitos yang Beredar di Dunia Fashion
Banyak mitos-mitos yang beredar di dunia fashion selama ini. Namun tidak pernah ada yang memastikan kebenarannya. Ketimbang mempercayai mitos yang tak benar, yuk kita cek kebenarannya.



Mitos : Warna hitam cocok untuk semua orang
Fakta : Tak semua warna kulit cocok dengan warna hitam. beberapa warna kulit justru tampak lebih cerah ketika memakai warna-warna terang seperti merah, oranye dan sebagainya.


Mitos : Garis horizontal membuat tubuh terlihat lebih gemuk
Fakta : Penelitian telah membuktikan bahwa corak garis (berjarak) besar justru membuat seseorang tampak lebih kurus.

Mitos : Tas dan sepatu harus berwarna sama
Fakta : Kini trend yang berlaku seringkali 'memaksa' para pencinta fashion untuk 'bermain-main dengan aneka warna, termasuk membedakan warna tas dan sepatu mereka.

Mitos : Lekukan tubuh dapat disembunyikan dengan celana berpotongan baggy
Fakta : Nyatanya, tubuh terlihat lebih besar saat memakai celana berpotongan baggy. Justru pakaian dengan potongan yang fit (pas badan) membuat tubuh seseorang terlihat ramping.

Mitos : Rok Panjang membuat seseorang terlihat lebih pendek
Fakta : Kenyataannya, rok panjang dapat membuat seseorang terlihat lebih tinggi dan ramping jika dipadukan dengan blouse yang sesuai.

Mitos : Mereka yang memiliki kaki mungil dan kurus cocok memakai apapun
Fakta : Bentuk kaki yang terlalu kurus akan tampak aneh jika memakai rok yang terlalu pendek.

Mitos : Pakaian dengan hiasan manik-mani (sequinned) hanya untuk dipakai di malam hari
Fakta : Banyak kaos aatau jaket berhias manik yang cocok digunakan di siang hari

Mitos : Hanya rocker yang cocok menggunakan jaket kulit
Fakta : Jaket kulit cocok digunakan siapa saja, bahkan sempat menjadi trend di tahun 2009-2010.

Mitos : Denim dan denim tak bisa di padupadankan
Fakta : Di tahun 2010 lalu, blouse bahan denim yang dipadukan dengan bawahan denim menjadi trend dunia. (Tengok pagelaran busana Balmain dan Guess).

sumber

Kumpulan mitos-mitos yang beredar di dunia FASHION

Kebenaran Mitos-mitos yang Beredar di Dunia Fashion
Banyak mitos-mitos yang beredar di dunia fashion selama ini. Namun tidak pernah ada yang memastikan kebenarannya. Ketimbang mempercayai mitos yang tak benar, yuk kita cek kebenarannya.


Mitos : Warna hitam cocok untuk semua orang
Fakta : Tak semua warna kulit cocok dengan warna hitam. beberapa warna kulit justru tampak lebih cerah ketika memakai warna-warna terang seperti merah, oranye dan sebagainya.


Mitos : Garis horizontal membuat tubuh terlihat lebih gemuk
Fakta : Penelitian telah membuktikan bahwa corak garis (berjarak) besar justru membuat seseorang tampak lebih kurus.

Mitos : Tas dan sepatu harus berwarna sama
Fakta : Kini trend yang berlaku seringkali 'memaksa' para pencinta fashion untuk 'bermain-main dengan aneka warna, termasuk membedakan warna tas dan sepatu mereka.

Mitos : Lekukan tubuh dapat disembunyikan dengan celana berpotongan baggy
Fakta : Nyatanya, tubuh terlihat lebih besar saat memakai celana berpotongan baggy. Justru pakaian dengan potongan yang fit (pas badan) membuat tubuh seseorang terlihat ramping.

Mitos : Rok Panjang membuat seseorang terlihat lebih pendek
Fakta : Kenyataannya, rok panjang dapat membuat seseorang terlihat lebih tinggi dan ramping jika dipadukan dengan blouse yang sesuai.

Mitos : Mereka yang memiliki kaki mungil dan kurus cocok memakai apapun
Fakta : Bentuk kaki yang terlalu kurus akan tampak aneh jika memakai rok yang terlalu pendek.

Mitos : Pakaian dengan hiasan manik-mani (sequinned) hanya untuk dipakai di malam hari
Fakta : Banyak kaos aatau jaket berhias manik yang cocok digunakan di siang hari

Mitos : Hanya rocker yang cocok menggunakan jaket kulit
Fakta : Jaket kulit cocok digunakan siapa saja, bahkan sempat menjadi trend di tahun 2009-2010.

Mitos : Denim dan denim tak bisa di padupadankan
Fakta : Di tahun 2010 lalu, blouse bahan denim yang dipadukan dengan bawahan denim menjadi trend dunia. (Tengok pagelaran busana Balmain dan Guess)




sumber

Mitos Seks Para Remaja

[remaja-aneh.jpg]
Remaja bicara seks? Ini bukan sesuatu yang baru lagi. Tetapi sumber informasi seks yang benar memang masih belum banyak diketahui, atau kalaupun ada, remaja masih kesulitan untuk mengaksesnya. Sehingga yang banyak beredar adalah informasi-informasi yang tidak tepat tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja.

Banyak sekali mitos-mitos yang masih dipercaya, yang bisa jadi membawa remaja makin jauh dari jangkauan informasi yang benar tentang seksualitas dan kesehatan reproduksi, termasuk aktivitas seksual yang sudah dijalani oleh sebagian remaja. Bisik-bisik diantara remaja soal lutut yang kopong dan cara jalan yang bisa menggambarkan status keperawanan, sudah sering kita dengar. Semua itu kok bisa ya dipercaya oleh remaja kita?

Berikut ini adalah sebagian mitos-mitos seksualitas yang banyak beredar di sekitar remaja kita hasil dari inventarisasi lembaga KISARA (Kita Sayang Remaja) dan mungkin juga menjadi pendapat kita selama ini:

1.Berhubungan seks dengan pacar merupakan bukti cinta.
Faktanya, berhubungan seks bukan cara untuk menunjukan kasih sayang pada saat masih pacaran, melainkan karena disebabkan adanya dorongan seksual yang tidak terkontrol dan keinginan untuk mencoba-coba. Rasa sayang kita dengan pacar bisa ditunjukkan dengan cara lain.

2.Hubungan seks pertama kali selalu ditandai dengan keluarnya darah dari vagina.
Faktanya, tidak selalu hubungan seks yang pertama kali itu keliahatan berdarah. Apabila komunikasi seksual terjalin dengan baik dan hubungan seksual dilakukan dalam keadaan siap dan disertai foreplay yang cukup bisa tidak memunculkan adanya perdarahan.

3.Loncat-loncat setelah berhubungan seks tidak akan menyebabkan kehamilan.
Faktanya, ketika spermatozoa sudah memasuki vagina, maka spermatozoa akan mencari sel telur yang telah matang untuk dibuahi. Loncat-loncat tidak akan mengeluarkan spermatozoa. Jadi, tetap ada kemungkinan untuk terjadinya pembuahan atau kehamilan.

4.Selaput dara yang robek berarti sudah pernah melakukan hubungan seksual atau tidak perawan lagi.
Faktanya tidak selalu demikian. Selaput dara merupakan selaput kulit yang tipis yang dapat meregang dan robek karena beberapa hal. Selain karena melakukan hubungan seks, selaput dara juga bisa robek karena melakukan olah raga tertentu seperti naik sepeda dan berkuda. Karena itu, robeknya selaput dara belum tentu karena hubungan seks, malah ada juga perempuan yang sudah menikah dan berhubungan seks berkali-kali tapi selaput daranya masih utuh dan tidak koyak karena selaput daranya elastis.

5.Dorongan seksual laki-laki lebih besar daripada perempuan.
Faktanya, dorongan seksual merupakan hal yang alamiah muncul pada setiap individu pada umumnya dimulai saat ia menginjak masa pubertas (karena mulai berfungsinya hormon seksual). Dan ini sangat wajar dan seimbang baik pada laki-laki maupun perempuan. Faktor yang mempengaruhi dorongan seksual antara lain kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual. Dorongan seksual perempuan sering disebut-sebut lebih kecil dari laki-laki kerena lingkungan menganggap perempuan yang mengekspresikan dorongan seksualnya adalah perempuan yang “nakal atau kurang baik” , sementara laki-laki tidak pernah dipermasalahkan.

6.Perempuan yang berdada besar dorongan seksualnya besar.
Faktanya tidak seperti itu. Secara medis, tidak ada hubungan langsung antara ukuran payudara dengan dorongan seksual seseorang. Dorongan seksual itu ditentukan oleh kepribadian, pola sosialisasi, dan pengalaman seksual (melihat, mendengar, atau merasakan suatu rangsangan seksual).

7.Sering masturbasi bisa membuat mandul.
Faktanya, secara medis masturbasi tidak menggangu kesehatan fisik selama dilakukan secara aman (tidak sampai menimbulkan luka atau lecet). Resiko fisik biasanya berupa kelelahan. Pengaruh masturbasi biasanya bersifat psikologis, seperti perasaan bersalah, berdosa dan kadarnya berbeda-beda bagi setiap orang. Kemandulan justru biasanya akibat dari IMS (infeksi menular seksual) atau penyakit lainnya seperti kanker atau karena sebab fisik lainnya misalnya kualitas sperma yang kurang baik.

8.Minuman bersoda akan dapat mempercepat selesainya menstruasi.
Faktanya, menstruasi adalah proses pendarahan yang disebabkan luruhnya dinding rahim sebagai akibat tidak adanya pembuahan. Sakit tidaknya atau lancar tidaknya menstruasi seseorang selain dipengaruhi oleh hormon juga dipengaruhi faktor psikis, bukan karena minum minuman bersoda.

Mitos-mitos tersebut ternyata memang sudah hidup subur di masyarakat. Pengaruh mitos-mitos tersebut masih sangat kuat, bahkan juga di antara para remaja yang justru lagi giat-giatnya mencari informasi tentang seks dan kesehatan reproduksi. Banyak yang mempercayainya sehingga tidak jarang kita temui kasus-kasus yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi bermula dari keyakinan dari mitos-mitos tersebut. Hal itu terjadi karena tidak lengkapnya informasi tentang kesehatan reproduksi yang bisa diakses oleh remaja, baik melalui lembaga formal seperti sekolah, keluarga atau masyarakat pada umumnya.

Sekarang tergantung kepada diri remajanya masing-masing, karena mereka yang akan menjalaninya nanti. Apakah akan menelan mentah-mentah mitos tersebut ataukah akan mencermatinya lebih lanjut guna memastikan kebenarannya. Kalau kita masih terpengaruhi dengan mitos-mitos diatas, yang rugi ya diri kita sendiri. Dan bagi yang sudah mengetahui fakta yang sebenarnya, silakanlah tetap yakin dengan kebenarannya, jangan goyah. Bahkan cobalah ikut serta untuk menginformasikan fakta-fakta ini ke rekan-rekan remaja yang lainnya sehingga semakin banyak remaja yang mengerti dan makin bertanggung jawab dengan segala perilaku dan pilihannya.

sumber: http://www.mypepito.info/2009/12/benarkah-mitos-seks-para-remaja.html

10 Gangguan Mental & Mitos-mitos Tentangnya

Penyakit mental, gangguan dan perbedaan cenderung sangat disalahpahami oleh masyarakat umum. Ini adalah daftar penyakit mental dan mitos luas yang diyakini, namun tidak sedikit mitos ini menjadi sangat salah kaprah

10 Gangguan Pribadi Yang Antisosial (Antisocial Personality Disorder)
Mitos: Seseorang yang menghindari interaksi sosial adalah "antisosial".Hal ini sebagian besar adalah kesalahan semantik, dan karenanya ini saya taruh di tempat kesepuluh.

Banyak orang menyebut seseorang yang enggan untuk berpartisipasi dalam situasi sosial sebagai "antisosial". Bahkan, orang-orang ini sering terlibat sebagai pro-sosial, bahkan luar biasa begitu.

Antisosial Personality Disorder didiagnosis pada orang dewasa yang secara konsisten mengabaikan hak orang lain dengan berperilaku keras, berbohong, mencuri, atau secara umum bertindak sembarangan tanpa mempertimbangkan keselamatan diri sendiri atau orang lain.

Mereka sering ekstrover dan ini adalah sangat berbalik keadaan dengan tipe orang yang begitu sering disebut "antisosial", yang biasanya sangat peduli tentang perasaan orang lain.

Orang-orang Antisosial biasanya hanya pemalu atau memiliki beberapa bentuk autisme, depresi, gangguan kecemasan sosial, atau gangguan kepribadian avoidant (AvPD).

AvPD, yang didiagnosis pada orang yang menghindari interaksi sosial karena rasa takut yang intens untuk ditolak, mungkin bagian dari alasan untuk kebingungan ini.
Kedua gangguan kepribadian, setelah semua, memiliki nama yang sangat mirip, namun keduanya adalah hal yang sangat berbeda.

9. Multiple Personality Disorder (Kepribadian ganda)
Mitos: Orang dengan Dissociative Identity Disorde secara radikal mengubah perilaku mereka dan kehilangan memori mereka tentang apa yang baru saja terjadi ketika mereka beralih kepribadian.

Beberapa orang akan mengatakan bahwa DID itu sendiri adalah mitos, karena itu, curiga, jauh lebih sering didiagnosis di Amerika Utara daripada di tempat lain, tapi mari kita asumsikan untuk hari ini tidak ada.

Orang dengan DID memiliki dua sampai lebih dari seratus kepribadian yang berbeda yang secara bergantian mengambil alih tubuh mereka.
Kepribadian alternatif ini("mengubah") biasanya, namun tidak selalu, terbentuk karena trauma masa kecil.

Perubahan tidak selalu menyebabkan perubahan besar, perubahan terlihat dalam penampilan atau perilaku, sehingga pengamat bahkan mungkin tidak menyadari keberadaan mereka. Banyak orang dengan DID ("multiples") menyadari bahwa berbagai perubahan itu ada dan tahu siapa orang-orang yang, bahkan sebelum terapi, yang tidak akan bekerja dengan baik jika mereka tidak memiliki pergantian memori .

Adalah mungkin bahwa salah satu kepribadian tidak memiliki pengetahuan tentang apa yang terjadi sementara salah satu kepribadian telah bertanggung jawab, menyebabkan rasa amnesia, tetapi mereka mungkin sepenuhnya menyadari apa yang terjadi dan tidak secara aktif terlibat.

Kelompok perubahan biasanya dapat berkomunikasi ke beberapa tingkat, dan bahkan mungkin bekerja sama untuk menyembunyikan fakta bahwa mereka mempunyaibanyak perubahan kepribadian.

Beberapa penderita multiples ini memilih untuk tidak melakukan terapi untuk memilih salah satu kepribadian dan menghentikan peralihan kepribadian, karena mereka merasa hidup selaras dengan beberapa kepribaian sebagai sebuah tim yang saling melengkapi

8. Dyslexia
Mitos: Semua orang dengan kelainan disleksia tidak dapat membaca karena mereka melihat huruf dalam urutan yang salah.

Ini sebenarnya adalah dua mitos dalam satu, namun tetap hanya dua dari banyak mitos tentang disleksia.

Yang pertama adalah bahwa orang disleksia tidak dapat membaca.
Sebenarnya, kebanyakan dari mereka belajar membaca, tetapi jika mereka tidak mendapatkan bantuan yang tepat, mereka sering belajar perlahan-lahan dan tetap di bawah tingkat kelas mereka pada kecepatan juga pemahaman.

Tetapi bahkan itu tidak selalu benar: anak disleksia banyak mencari cara untuk menutupi kesulitan membaca mereka sampai kelas tiga atau empat atau bahkan lebih lama. Dan jika mereka diajarkan oleh seseorang yang mengerti disleksia, mereka dapat belajar membaca dengan baik.

Sisi lain mitos ini adalah bahwa masalah dyslexics mengalami masalah dengan membaca karena mereka melihat kata-kata sepeti mundur atau rusak. Hal ini dapat tampaknya terjadi karena, dalam kebingungan mereka sementara mereka mencoba untuk mencari tahu sebuah kata, mereka mencampur huruf atau suara, dan beberapa orang disleksia bingung kiri dan kanan atau memiliki banyak masalah dengan ejaan.

Namun, ini bukan penyebab masalah mereka. Disleksia jauh lebih harus dibantu dengan cara berpikir dengan unik dari masalah dengan pengolahan informasi visual.

7. Schizophrenia
Mitos: orang Schizophrenic mendengar suara di kepala mereka.

Kita semua tahu tentang skizofrenia, dan kami semua membaca lelucon tentang "suara-suara di kepala saya". Tapi, bertentangan dengan apa yang banyak orang percaya, tidak semua orang dengan skizofrenia mendengar suara di kepala mereka.

halusinasi auditori sangat umum pada orang skizofrenia, tetapi mereka lebih cenderung mendengar suara-suara yang datang dari beberapa objek luar tubuh mereka daripada di dalam pikiran mereka. Plus, tidak semua orang dengan skizofrenia mengalami gejala yang sama.

Mereka mungkin mengalami halusinasi (benar-benar melihat atau mendengar hal-hal yang tidak ada), delusi (percaya ide realistis), pikiran teratur, kurangnya mempengaruhi (tidak ada tampilan emosi), atau, dalam skizofrenia katatonik, bahkan kurangnya keinginan untuk pindah sama sekali.

Skizofrenia adalah gangguan rumit dengan berbagai gejala yang mungkin. (Catatan : bahwa kepribadian alternatif bukan salah satu gejala )

6. Gangguan Spektrum Autisme (Autism Spectrum Disorders )
Mitos: Autisme adalah gangguan menghancurkan yang akan menghentikan Kemampuan seseorang sehingga mampu berfungsi dalam masyarakat.
Ada banyak mitos dan bahkan lebih potensial / mitos diperdebatkan tentang autisme, tapi ini tampaknya menjadi salah satu yang paling umum.

Banyak orang mendengar "autisme" dan membayangkan anak-anak yang secara permanen di dunia mereka sendiri di mana mereka tidak dapat berbicara atau berinteraksi dengan orang lain, yang membuat ulah tanpa alasan yang jelas, dan yang tidak akan pernah menjadi bagian dari masyarakat normal.

Namun, autisme disebut gangguan spektrum untuk alasan: anak autistik berkisar dari orang-orang yang tidak dapat berkomunikasi dengan cara apapun dengan orang lain, semua cara untuk orang yang hidup biasa, hidup yang produktif dan hanya tampak sedikit eksentrik bagi kita semua.

autisme parah bukan kelainan seumur hidup,. Bahkan gangguan sangat rendah autistik dapat menjadikan anak menjalani hidup yang sangat bahagia.

Ada juga cerita dari gangguan rendah autistik meningkatkan anak-anak autis dengan terapi dan hampir seluruhnya pulih dari masalah autisme yang berhubungan dengan mereka, dan banyak orang dan organisasi yang mencari obat untuk autisme.

Sayangnya, organisasi-organisasi mendorong untuk penyembuhan biasanya berdasar pada mitos ini khususnya dengan hanya memfokuskan pada isu-isu yang berkaitan dengan autisme tingkat rendah, dan hampir seluruhnya mengabaikan keberadaan autisme tingkat tinggi dan orang-orang autis yang tidak akan pernah ingin menjadi " sembuh ".

5. Attention Deficit Hyperactivity Disorder
Mitos: Orang dengan ADHD tidak memperhatikan apa-apa.

ADHD adalah gangguan yang telah menjadi cukup terkenal dalam beberapa tahun terakhir, jadi aku yakin anda semua tahu apa itu. Bagi anda yang tidak yakin, orang dengan ADHD mengalami kesulitan berkonsentrasi pada tugas dan dapat hiperaktif atau impulsif. Tapi itu tidak benar, karena kadang-kadang tampaknya, bahwa orang dengan ADHD tidak bisa merespon perhatian.

Banyak dari mereka bisa mengimbangi perhatian pada sesuatu yang mereka anggap benar-benar menarik, dengan cara yang sama kita semua jauh lebih bersedia menjadi terganggu dari tugas membosankan daripada yang menyenangkan. Dan, pada kenyataannya, beberapa orang mengalami kesulitan fokus karena mereka benar-benar terlalu banyak merespon perhatian.

Mereka berpikir pada semua sisi, suara, dan bau di sekitar mereka, dan bukan hanya apa yang ada di tangan mereka.
Mereka harus belajar untuk berurusan dengan semua rangsangan lain yang menarik dan menyimpan sebagian besar perhatian mereka pada apa yang penting.

4. Sifat Bisu Yang Selektif (Selective Mutism )
Mitos: Seseorang dengan sifat bisu selektif adalah yang menolak untuk berbicara, atau telah terganggu karena trauma di masa lalu.

Ini adalah gangguan hanya pada daftar yang Anda mungkin belum pernah dengar istilah ini sebelumnya, meskipun aku berani bertaruh Anda pernah mendengar tentang hal itu dan mitos nya.

Aku tidak tahu orang lain gangguan dengan mitos lebih umum percaya, bukan hanya oleh masyarakat secara keseluruhan tetapi sebenarnya oleh para profesional.

Selective Mutism (dahulu dulunya disebut Elective Mutism) adalah gangguan yang hampir selalu pertama kali muncul pada anak usia dini. Seseorang dengan sifat bisu selektif dapat, dan sering, berbicara dengan baik, tetapi tidak berbicara, dan kadang-kadang bahkan tidak berkomunikasi dengan cara lain, dalam situasi tertentu.

Sejumlah besar orang tua, guru dan psikolog yang bekerja dengan penderita Sifat Bisu Yang Selektif percaya bahwa orang-orang ini memilih untuk tidak berbicara, mungkin dalam upaya untuk mengontrol orang lain. Namun, ternyata bahwa sebagian besar penderita Sifat Bisu Yang Selektif ingin bicara, tetapi bukan karena mereka benar-benar takut.

Mayoritas penderita ini juga menderita dari gangguan kecemasan sosial, dan keheningan tampaknya menjadi salah satu cara mereka untuk mengatasi situasi stres.
Menghukum anak karena tidak mau berbicara, karena banyak orang yang percaya pada mitos ini lakukan, paradoks membuat anak bahkan lebih cemas dan bahkan bisa membuat anak - anak dengan gangguan ini sama sekali tidak akan mau untuk berbicara.

Tapi jika Anda tidak tahu seseorang dengan sifat bisu selektif, kemungkinan Anda masih percaya pada mitos yang sangat umum di media: beberapa anak-anak dan remaja berhenti bicara seluruhnya, atau untuk semua orang, tetapi satu atau dua orang, karena mereka trauma atau berulang kali dilecehkan .

Sementara beberapa orang menjadi bisu setelah trauma, ini biasanya berlangsung beberapa minggu, bukan dalam hitungan bulan atau tahun. Kebanyakan orang tidak mengembangkan sifat bisu selektif di masa kecil karena trauma atau pelecehan.

3. Menyakiti diri sendiri/ Melukai Diri Sendiri (Self-Harm/Self-Injury)
Mitos: Orang yang sengaja memotong, membakar, atau melukai diri sendiri baik mencoba bunuh diri adalah untuk mencari perhatian.

Banyak orang, terutama remaja, yang menderita dari berbagai gangguan mental mengatasi rasa sakit batin mereka dengan merusak fisik dirinya sendiri, paling sering dengan memotong.

Self-injury tampaknya menjadi lebih umum dan terkenal hari ini, tapi mitos tentang niat penderita kelainan ini belum pergi. Tidak peduli seperti apa, self-injury bukan merupakan usaha bunuh diri yang gagal.

Beberapa penderita self-injury merugikan diri mereka sendiri berulang-ulang selama bertahun-tahun tanpa mengalami cacat permanen yang akan mengancam kehidupan mereka, yang akan menjadi catatan luar biasa kegagalan jika mereka benar-benar mencoba untuk mati.

Banyak orang yang melukai diri sendiri sebenarnya mencoba untuk menghindari bunuh diri dengan membiarkan perasaan mereka dengan cara yang (agak) lebih aman.

Banyak orang juga percaya bahwa self-injury hanya mencari perhatian.
Hal ini berlaku untuk beberapa orang, terutama karena self-injury menjadi lebih terkenal dan hampir populer, namun sebagian besar penderita secara aktif berusaha menyembunyikan luka-luka mereka dengan memakai baju lengan panjang atau celana, atau dengan memotong di tempat yang biasanya ditutupi oleh pakaian, seperti paha atas mereka atau perut.

Beberapa penderita self-injury sangat ingin seseorang untuk mencari tahu tentang perilaku mereka sehingga mereka bisa mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan, tetapi bahkan banyak dari mereka yang terlalu takut reaksi orang lain, dan malu dari diri mereka sendiri, untuk benar-benar menunjukkan luka-luka mereka.

Selain itu, bahkan jika seseorang memutuskan untuk melukai diri sendiri untuk mendapatkan perhatian, Bukankah kau harus sangat peduli akan masalah apa yang bisa menyebabkan mereka memerlukan begitu banyak perhatian sehingga mereka sampai merugikan diri mereka sendiri untuk mendapatkannya?

2 .Obsessive-Compulsive Disorder
Mitos : Orang dengan OCD selalu terobsesi dengan bahaya kuman, dan biasanya sangat perduli tentang kerapian.

Saya tidak bisa menghitung berapa kali aku pernah mendengar orang mengatakan bahwa penderita OCD karena mereka sangat rapi atau berhati-hati tentang kebersihan.
Kebanyakan orang tampaknya berpikir bahwa orang dengan OCD hanya orang yang aneh rapi dan / atau germophobes, namun itu jauh lebih rumit dari sekedar sifat itu.

OCD merupakan gangguan kecemasan dengan dua karakteristik.

Pertama, orang dengan OCD telah mengulang-ulang pikiran yang tidak diinginkan (obsesi), biasanya mereka menemukan sesuatu yang mengganggu atau tidak sama sekali dalam karakter mereka.
Ini umum untuk memiliki obsesi tentang kuman atau kontaminasi, atau kekhawatiran untuk mengunci pintu dengan benar sehingga pencuri bisa masuk, tetapi juga umum untuk memiliki pemikiran tentang sesuatu yang buruk terjadi pada keluarga mereka, tentang hal - hal yang menyakiti atau bahkan membunuh seseorang, melakukan sesuatu yang dilarang dalam agama mereka sangat percaya, atau ide yang tidak dikehendaki.

Kedua, orang-orang berpikir bahwa melakukan beberapa ritual/kegiatan tertentu akan menyingkirkan bahaya.Dengan begitu mereka bisa lepas dari masalah, menjaga rumah mereka dengan sempurna, memeriksa bahwa pintu terkunci, memikirkan kata-kata tertentu, menghindari angka ganjil, atau apa saja dibayangkan. Melakukan paksaan ini tidak membuat pikiran tenang untuk waktu yang lama, sehingga ritual diulang terus dan terus.

Tidak semua orang yang memiliki OCD peduli tentang kuman, atau apakah ritual yang biasa kita dengar . Tidak semua orang bahkan memiliki dorongan pengamat benar-benar akan melihat, karena banyak dari mereka adalah kelainan mental.

Dan kesempurnaan atau kerapian?
Sementara beberapa orang dengan OCD perfeksionis, ini lebih berkaitan dengan gangguan lain.
Jika Anda menyukai entri pertama, Anda akan menyukai ini: gangguan ini disebut Obsesif-Kompulsif Personality Disorder, dan itu sebenarnya hal yang berbeda.

Salah satu perbedaan utama adalah bahwa orang dengan OCPD menganggap kebiasaan mereka untuk menjadi bagian dari diri mereka sendiri dan diinginkan, sementara orang dengan OCD seringkali sangat terganggu dengan gangguan mereka.

1. Semua Gangguan Mental
Mitos: Gangguan Mental dan semua kelainan di kepala Anda, dan Anda akan benar-benar mendapatkannya jika Anda benar-benar ingin.

Ini diperoleh nomor satu tempat, bukan hanya karena itu umum, tapi karena itu mungkin mitos paling merusak dalam daftar ini, karena dapat menghentikan orang mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan.

Beberapa orang masih percaya bahwa penyakit mental semua dibayangkan oleh penderitanya, atau bahwa orang yang menderita penyakit mental tidak bisa benar-benar akan mengalami bahwa banyak masalah dan / atau hanya tidak cukup peduli tentang mendapatkan lebih dari itu.

Orang-orang sangat mungkin akan mengabaikan jika penyakit tersebut tidak terkenal, dan banyak dari mereka, bahkan yang umum, tidak.

Fakta bahwa gejala yang sama telah dialami oleh orang yang berbeda begitu banyak yang harus membuktikan bahwa itu nyata - mereka tidak bisa semua secara independen menemukan gejala yang sama.

Setiap gangguan mental, dengan definisi, secara serius mempengaruhi kehidupan orang-orang yang menderita dari itu, biasanya menjadi lebih buruk, atau tidak akan dianggap gangguan.

Dan mereka tentu tidak mudah untuk melupakan.
Kebanyakan gangguan mental disebabkan setidaknya sebagian oleh perbedaan dalam otak atau ketidakseimbangan bahan kimia. Bahkan ketika datang ke alasan non-fisik, sangat sulit untuk tidak belajar pola pikir atau kebiasaan - kebiasaan hanya memilih apapun dan mencobanya.

Plus, gangguan itu sendiri dapat menghentikan seseorang dari mencoba untuk mendapatkan bantuan: orang dengan depresi mungkin berpikir terapis tidak akan dapat membantu mereka, dan terlalu lelah untuk mencoba menemukan satu,

Ngomong-ngomong Jika kita bisa mengatasi penyakit mental hanya dengan keinginan, dunia akan penuh dengan orang produktif dan jauh lebih bahagia dari sekarang ini

sumber

 
Tahukah Kamu »